REDAKSI8.COM, AROSUKA — Banjir bandang atau yang dikenal warga setempat sebagai galodo menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam.
Bencana alam itu tidak hanya merendam fasilitas publik, tetapi memaksa sejumlah warga dan penyitas untuk mencari tempat perlindungan yang aman.

Berdasarkan keterangan awal, bencana tersebut dipicu oleh curah hujan sangat lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah disana.
Kondisi ini terjadi menyusul periode kering panjang yang melanda kawasan Kabupaten Solok sepanjang tahun 2026.
Akibat kombinasi cuaca ekstrem tersebut, struktur tanah di bukit sekitar kompleks perkantoran menjadi labil dan memicu terjadinya tanah longsor.
Material longsoran berupa lumpur pekat kemudian terbawa arus air dan menerjang kawasan pusat pemerintahan.
Hingga saat ini, para penyitas dan warga terdampak banjir bandang telah dievakuasi ke sejumlah titik aman. Pemerintah daerah bersama unsur terkait memusatkan lokasi pengungsian sementara di Mushola terdekat di sekitar kawasan perkantoran.
Kemudian di aula rumah dinas Wakil Bupati Solok yang disiagakan untuk menampung para pengungsi.
Aparat gabungan dan tim penanggulangan bencana masih terus memantau situasi di lokasi kejadian guna mengantisipasi potensi longsor susulan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil.

