REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, saat ditanya apakah punya pilihan sendiri menentukan sosok yang akan mendampinginya dalam menjalankan roda pemerintahan Kota Banjarbaru kedepan, pasca pengunduran diri Wartono sebagai Wakil Wali Kota Banjarbaru, justru menyerahkan semua urusannya ke parlemen setempat.
Menurutnya, parlemen mempunyai proses tersendiri untuk menentukan sosok yang akan mendampinginya nanti.
“Hasil dan keputusan selanjutnya akan melalui mekanisme yang berlaku (menentukan Wakil Wali Kota Banjarbaru pengganti Wartono<-red), termasuk proses di lembaga legislatif,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dia pun menghormati keputusan Wakil Wali Kota Banjarbaru yang mengundurkan diri dari jabatannya.
“Yang jelas kita menghargai, poinnya ulun menerima surat pengunduran secara tertulis dari Pak Wakil,” ujar Lisa saat memberikan keterangan kepada awak media.
Pemerintah Kota Banjarbaru katanya tengah memproses pengunduran diri tersebut sesuai dengan ketentuan dan mekanisme peraturan perundang-undangan.
Menurut Lisa, keputusan tersebut turut menjadi perhatian pemerintah daerah, terlebih dengan mempertimbangkan kondisi dan kesehatan yang bersangkutan.
“Karena kita mempertimbangkan mungkin kondisi dan kesehatan beliau,” ungkapnya.
8 Nama Yang Berpotensi Dampingi Lisa Halaby Versi Redaksi8.com, Yang Terakhir Paling Banyak Disebut Koresponden
Desas desus pengganti Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono dalam beberapa hari belakangan ini terus mencuat.
Nama demi nama terus bermunculan, entah yang digadang-gadang masyarakat sampai kapasitas yang mumpuni menurut sejumlah koresponden.
Disclaimer, nama-nama yang tercantum belum atas persetujuan yang bersangkutan namanya dimuat. Semuanya dicatat berdasarkan hasil koresponden yang diperoleh tim liputan redaski8.com di lapangan 3 hari belakangan, dilingkungan Eksekutif dan Legislatif sampai pengamat politik di Banjarbaru.
Nama yang paling berpotensi versi Redaksi8.com ada 5 orang dari kalangan legislatif Banjarbaru.
Emi Lasari

Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru Emi Lasari dari Partai PAN ini digadang-gadang paling berpotensi menggantikan Wartono.
Sebab, rekam jejak karir politik wanita ini dinilai cukup mumpuni di partai politik sampai kursi parlemen Kota Banjarbaru.
Sebelum masuk ke dunia politik praktis, Emi Lasari mengawali kariernya sebagai seorang aktivis.
Emi telah terpilih dan menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Banjarbaru selama tiga periode.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Ia kembali terpilih melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Banjarbaru 4 dengan perolehan 1.927 suara.
Di legislatif sendiri, Emi pernah mengemban amanah sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru.
Lalu yang bersangkutan pernah menjadi pengurus di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan.
Selanjutnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Banjarbaru sejak 2019.
Terakhir, dia kembali terpilih dan dikukuhkan sebagai Ketua DPD PAN Kota Banjarbaru untuk periode kepengurusan 2025-2030.
Diketahui, Emi sangat aktif mengawal kebijakan pembangunan dan sosial di Banjarbaru.
Berkat upayanya itu, banyak hasil-hasil pembangunan infrastruktur dan aksi sosial menginspirasi gen z di Ibu Kota Kalsel.
Mengingat, kota Banjarbaru sejauh ini terus melakukan perkembangan dan moderenisasi fasilitas publik.
Menurut beberapa koresponden, warga banjarbaru memerlukan sosok yang seperti Emi Lasari di samping Lisa Halaby.
Gimana menurut kalian? Cocok enggak kalau Emi sama Lisa jalankan Roda Pemerintahan Banjarbaru?
Putra Qomaluddin Attar Nurriqli (bang Qomal)

Bang Qomal sekarang menjadi politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Banjarbaru periode 2024–2029.
Terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Banjarbaru dari Dapil Banjarbaru 1 Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan dengan perolehan 1.712 suara.
Duduk sebagai Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, bidang ekonomi dan keuangan.
Secara karir politik terbilang cukup baru. Namun jejaring Bang Qomal terbilang luas karena yang bersangkutan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum BPD Himpunan Pemuda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Selatan sampai tahun 2027.
Tentunya Bang Qomal mempunyai peluang jejaring (networking<-red) yang sangat masif, strategis dan berdampak tinggi bagi skala bisnis maupun karier personal.
Secara, Bang Qomal memiliki hubungan komunikasi langsung dengan Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala Dinas Penanaman Modal (DPMPTSP), serta jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah).
Pun,terlibat langsung dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah, forum konsultasi publik, dan penyusunan regulasi yang berpihak pada dunia usaha.
Ketua HIPMI memiliki posisi tawar tinggi untuk menjalin kerja sama strategis (MoU) terkait kemudahan akses permodalan, KUR, atau pembiayaan proyek bagi anggotanya, yang secara tidak langsung memperkuat kredibilitas bisnis.
Kita tahu sendiri, peluang bisnis di Kota Banjarbaru sangat terbuka lebar.
Mengigat kota ini tidak memiliki PAD yang bersumber dari hasil alam, melainkan dari pemasukan Retribusi dan pajak usaha UMKM dan ritel modern.
Barangkali mungkin, Banjarbaru memerlukan sosok pendamping pemimpin yang bisa membawa arah bisnis perkotaan jauh lebih inovatif dan inspiratif.
Gimana? Politikus sekaligus pelaku bisnis dampingi Lisa Halaby?
Ririk Sumari

Jangan lupakan Ririk Sumari. Ririk merupakan salah satu politisi senior PKB di Banjarbaru yang telah duduk sebagai anggota legislatif selama beberapa periode dari sejak tahun 2004 sampai sekarang.
Berarti Ririk sudah banyak membersamai pembentukan kebijakan pembangunan bersama beberapa kepala daerah di Banjarbaru. Pengalaman itu tentu saja jadi nilai plus khusus untuknya.
Pada Pemilu legislatif terakhir, Ia terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Banjarbaru 1 Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan.
Saat ini Ririk duduk sebagai Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru dan Ketua DPC Partai PKB Kota Banjarbaru.
Ririk sangat aktif menampung dan memperjuangkan aspirasi warga terkait perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), serta fasilitas lingkungan.
Pun, aktif mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pelatihan UMKM serta memimpin berbagai aksi sosial dan pelestarian lingkungan.
Salah satunya menyoroti validitas data penerima bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran bagi warga kurang mampu di Banjarbaru.
Nurkhalis Anshori

Selanjutnya Nurkhalis Anshori. Politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tengah naik daun di kalangan masyarakat Banjarbaru.
Dikenal sebagai legislator yang vokal dan dekat warga.
Ia terpilih kembali untuk masa jabatan ketiga pada periode 2024–2029 mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Banjarbaru.
Nurkhalis pertama kali terpilih sebagai anggota legislatif pada tahun 2014. Orang ini begitu konsisten dalam memperjuangkan aspirasi warga.
Berkat elektabilitas dan kapasitasnya selama berada di parlemen, namanya sempat didorong secara internal oleh PKS sebagai salah satu kandidat potensial untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Banjarbaru.
Nurkhalis aktif mendorong kolaborasi pemangku kebijakan dengan para pelaku UMKM untuk meningkatkan ekonomi lokal, serta berkomitmen mengawal program pemberdayaan dan pemenuhan hak-hak perempuan di Banjarbaru
Ia konsisten mengawal aspirasi pembangunan fisik dari warga. Mengawal bantuan kelayakan untuk posyandu, perbaikan sarana tempat ibadah, penyediaan fasilitas kebersihan seperti alat angkut sampah, hingga advokasi bagi kelompok petani di wilayah Banjarbaru.
Disimpulkan oleh koresponden, Nurkhalis dekat dengan warganya sejak dia duduk di parlemen.
Gimana? Kira-kira Ibu Lisa perlu sosok enggak yang dekat dengan warga?
Dr. Eko Subiyanto

Dr. H. Jack Eko Subiyanto, seorang dokter dan politikus dari Partai Demokrat yang menjabat sebagai Anggota sekaligus Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru.
Karir politik Dr. Eko terbilang baru, apalagi di Banjarbaru. Lantaran yang bersangkutan sebelumnya adalah Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura (Kabupaten Banjar).
Karirnya sebagai pegawai di bidang medis termasuk lama, hingga dia memutuskan pensiun dini pada tahun 2021.
Masuknya dr. Eko yang berpengalaman puluhan tahun di bidang kesehatan dan pernah memimpin RSUD Ratu Zalecha bagi koresponden di lapangan diprediksi mampu menciptakan pembagian kerja yang solid bersama Lisa Halaby.
Dr. Eko dapat fokus membenahi sektor pelayanan kesehatan dasar dan sosial.
Dr. Eko memiliki loyalitas konstituen yang sangat mengakar di Kecamatan Cempaka.
Pengabdian sosialnya seperti klinik gratis di rumah dan aksi kemanusiaan khitanan massal, membuat figurnya diterima secara emosional oleh masyarakat lapis bawah.
Keberadaannya akan mengamankan stabilitas dukungan politik bagi Lisa Halaby di wilayah tersebut.
Jika koalisi besar pengusung sepakat mengusulkan dr. Eko, kehadiran Partai Demokrat yang dibawa Dr Eko dianulir akan menyeimbangkan konstelasi politik internal partai pendukung guna menjaga harmoni di parlemen.
Gimana? cocok enggak Dr Eko yang piawai di bidang kesehatan jika disandingkan dengan Lisa Halaby?
Berikutnya, 3 nama yang paling berpotensi dampingi Lisa Halaby dari kalangan birokrat dan mantan birokrat versi Redaksi8.com.
Sirajoni

Sekretaris daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni (Bang Sirjon) seorang birokrat yang dinilai oleh koresponden sangat cocok menggantikan Wartono mendampingi Lisa Halaby.
Sirajoni dikenal ulet dan tangguh menghadapi berbagai tantangan dan masalah didalam birokrasi dan pemerintahan dimanapun dirinya ditempatkan.
Akan tetapi kelemahannya, jika dia mesti mendampingi Lisa Halaby karena usulan partai koalisi di parlemen, Sirajoni terpaksa melepaskan statusnya sebagai ASN, karena kursi wakil Wali Kota merupakan jabatan politis.
Meski begitu, Lisa Halaby akan sangat terbantu oleh Sirajoni yang memiliki rekam jejak panjang di birokrasi pemerintahan daerah.
Sirajoni menguasai administrasi, penyusunan anggaran (APBD) dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).
Koalisi ini meminimalkan waktu adaptasi politik di internal pemerintahan.
Mengingat, Sirajoni sudah mengawal visi-misi Pemko Banjarbaru dari dalam, sehingga transisi eksekutif berjalan mulus tanpa guncangan birokrasi.
Figur birokrat bagi sejumlah koresponden cenderung dipandang lebih netral dari sudut pandang berbagai faksi politik di parlemen, dibandingkan jika posisi wakil diisi oleh kader murni dari salah satu partai pengusung.
Jika skenarionya demikian, parpol koalisi di parlemen Banjarbaru kemungkinan besar akan menuntut kompromi politik lain.
Partai politik umumnya menginginkan posisi strategis tersebut diisi oleh kader mereka sendiri untuk investasi elektoral ke depan.
Sirajoni harus mampu membangun komunikasi politik yang kuat dengan legislatif supaya jalannya pemerintahan tidak dijegal oleh dinamika parlemen.
Gimana? Ibu Lisa sama Bang Sirjon? Birokrat ulung ini bro….!
Wahyuddin (Pak Wujud)

Mantan ASN senior dan birokrat Pemko Banjarbaru serta Pemprov Kalsel, Drs. H. Wahyuddin, M.A.P yang akrab disapa Pak Wujud, adalah nama yang tidak luput dari perhitungan yang dinilai mampu menggantikan sosok Wartono.
Skenario ini membawa dimensi yang sangat menarik. Berdasarkan rekam jejak jabatannya, Pak Wujud memiliki modal birokrasi yang komplit.
Yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Kepala BKD Kota Banjarbaru periode 2007–2012, lalu bergeser ke tingkat provinsi dengan memimpin Badan Diklat, Satpol PP, hingga menjadi Kepala BPBD Provinsi Kalsel periode 2016–2020.
Pengalaman di tingkat kota membuatnya paham betul struktur internal aparatur Banjarbaru, sementara jabatannya di Pemprov memberikan jaringan koordinasi yang kuat ke level lebih tinggi.
Bagi koresponden, Pak Wujud mampu menjadi tandem eksekutif yang sangat matang secara regulasi dan teknis lapangan.
Kendati Pak Wujud juga sudah berada di luar sistem kedinasan aktif.
Menunjuk Pak wujud yang saat ini berstatus purnatugas/mantan ASN bisa menjadi formula “jalan tengah” (win-win solution<-red) bagi Lisa Halaby untuk menjaga keharmonisan koalisi dewan.
Figur non-partai murni namun profesional di birokrat dapat meredam kecemburuan politik di antara partai-partai besar di DPRD Banjarbaru.
Hal ini menyederhanakan mekanisme administrasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Proses pengusulan dari Wali Kota melalui DPRD ke Mendagri bisa berjalan lebih cepat tanpa perlu menunggu surat keputusan pemberhentian ASN, jika saja tetap ada nama dari sisi ASN yang dihitung perlu mendampingi Lisa Halaby.
Gimana? Dari hasil wawancara tim liputan Redaksi8.com bersama para koresponden nama Wahyuddin (Pak Wujud) cukup sering disebut. Sepertinya bakal cocok ya sama Ibu Lisa.
Firmansyah (Firman)

Camat Banjarbaru Selatan, Firmansyah merupakan sosok yang jadi pembeda dari calon lain. Tentunya hal ini jadi perspektif yang sangat unik.
Dari koresponden di lingkungan eksekutif, nama Firman begitu sering disebut.
Firman merupakan bagian dari korps alumni kepamongprajaan, sama seperti Sirajoni.
Masuknya figur pamong praja murni ke tampuk pimpinan kekuasaan politik dapat memicu gelombang motivasi dan soliditas yang sangat kuat di internal aparatur sipil Pemko Banjarbaru, khususnya bagi para lurah, camat, dan pejabat teknis muda yang menjadi motor penggerak pelayanan publik sehari-hari.
Akan tetapi berbeda dengan figur Sekda (Sirajoni) atau mantan birokrat senior (Wahyuddin), Firmansyah mewakili profil birokrat lapangan generasi muda.
Sebagai seorang Camat di wilayah sentral Banjarbaru Selatan, Firmansyah memiliki modal keintiman sosial yang kuat ke warga-warganya.
Jabatan camat menuntutnya untuk berinteraksi langsung setiap hari dengan Ketua RT, RW, Lurah, serta keluhan warga akar rumput.
Firmansyah sering kali menjadi ujung tombak realisasi kebijakan program perkotaan di tingkat kecamatan.
Duet ini akan menghasilkan pola kerja eksekutif yang sangat dinamis, dimana Lisa Halaby mengendalikan arah kebijakan makro dan koordinasi tingkat atas, sementara Firmansyah menjadi komandan lapangan yang memastikan program berjalan efektif di tingkat kelurahan.
Menurut koresponden, Kombinasi Lisa Halaby dan Firmansyah akan mencerminkan representasi pemimpin masa depan Banjarbaru yang energik, melek regulasi modern, dan tidak kaku dengan birokrasi konvensional.
Tapi sama halnya dengan Sirajoni, konsekuensi untuk menjadi wakil wali kota, Firman mesti melepas jabatan ASN nya secara permanen. Gimana? Firman dampingi Lisa Halaby? Cocok?









