REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA), telah membersihkan ratusan lubang tangkapan air drainase yang tertutup di Jalan poros Panglima Batur, Kota Banjarbaru, Selasa (3/11/2026) pagi.

Sebanyak 3 orang petugas Bidang SDA dikerahkan membersihkan tumpukan tanah, pasir hingga semen, yang menutupi setiap sela-sela besi tangkapan air drainase.

Pembersihan itu kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Muhammad Deny Pramudji, dimulai dari Bundaran Tugu Toga dekat STM YPK sampai perempatan kantor Samsat dan Kantor Pos Banjarbaru.

“Teman-teman mulai mengerjakan (pembersihan<-red) tangkapan air drainase di daerah Panglima Batur dari pagi tadi,” ujarnya kepada Redaksi8.com.

“Ada 3 orang (petugas yang dikerahkan<-red) tadi arahannya dari Bundaran STM (YPK<-red) sampai simpang 4 Samsat dan Kantor Pos,” sambungnya.

Tumpukan tanah yang menempel di setiap sela-sela besi tangkapan air drainase berhasil di lepas. Foto: Dok. Dinas PUPR Banjarbaru.

Tujuan pembersihan itu tidak lain untuk memperlancar buangan limpasan air permukaan saat hujan, terutama jika hujan lebat.

Mengingat, saat ini kondisi cuaca di Kalimantan Selatan mulai memasuki musim penghujan menurut prediksi BMKG Kalsel.

Dia turut mengimbau kepada warga komplek perumahan di Kota Banjarbaru untuk rutin membersihkan tempat tangkapan air sampai bagian drainasenya, baik dari tumpukan tanah maupun sampah.

“Ini sudah memasuki musim penghujan ya. Harapan kami dari masyarakat turut berpartisipasi juga menjaga masing-masing lingkungannya,” tutupnya.

3 orang petugas yang dikerahkan Dinas PUPR Bidang SDA tengah membersihkan lubang tangkapan air drainase di Jalan Panglima Batur, Kota Banjarbaru, Selasa (3/11/2026) pagi. Foto: Dok. Dinas PUPR Banjarbaru.

Sebelumnya, sejumlah tempat tangkapan air di sepanjang Jalan Panglima Batur ditemukan tertutup.

Dari pantauan Redaksi8.com di lapangan, tangkapan air yang terhubung ke saluran drainase itu tertutup oleh bongkahan semen dan gumpalan tanah hingga ditumbuhi tanaman liar.

Dari ratusan tempat tangkapan air, ada 131 yang tertutup di kedua sisi jalan.

Pun, ditemukan tertutup sebagian dan ada juga yang hanya dihalangi dedaunan kering.

Terhitung dari depan Balai Kota sampai bundaran tugu toga Banjarbaru.