REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menargetkan Sentra UMKM mulai beroperasi pada 2029.

Fasilitas itu disiapkan sebagai pusat promosi dan pemasaran berbagai produk unggulan pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskompumnaker) Banjarbaru, Sartono, mengatakan, Sentra UMKM akan menampung berbagai produk hasil usaha masyarakat, mulai dari kerajinan hingga kuliner.

“Pokoknya apa yang diproduksi UMKM di Banjarbaru akan kita pamerkan di Sentra UMKM,” ujar Sartono.

Untuk mematangkan konsep pembangunan dan pengelolaannya, Pemko Banjarbaru akan melibatkan komunitas UMKM, Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banjarbaru, serta Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Banjarbaru.

Sartono menilai keterlibatan berbagai komunitas dan organisasi tersebut penting supaya Sentra UMKM tidak hanya menjadi tempat memajang produk, tetapi memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha lokal.

“Jadi supaya nanti benar-benar Sentra UMKM ini berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Banjarbaru,” katanya.

Dalam pembahasan awal, sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya kemudahan akses, dampak sosial dan ekonomi, pola pengelolaan, serta fasilitasi legalitas produk UMKM.

Diskompumnaker membuka peluang kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banjarbaru.

Hal ini mengingat Dekranasda memiliki keterkaitan dengan pengembangan dan pemasaran produk kerajinan lokal.

Keberadaan Sentra UMKM diharapkannya, dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, meningkatkan daya saing pelaku usaha, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.