REDAKSI8.COM, BATOLA – Departemen Sosial dan Kemasyarakatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sukses menggelar program kerja Keluarga Mahasiswa FISIP Mengabdi 2026 di Desa Sungai Getas, Kelurahan Lepasan, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan pengabdian yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 1 hingga 5 November 2026 itu menitikberatkan pada upaya pelestarian kebudayaan lokal Suku Dayak Bakumpai melalui program utama revitalisasi budaya tradisional.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pada hari ketiga pelaksanaan, Rabu (4/11), panitia pengabdian menghadirkan agenda khusus berupa Kelas Kreator Muda yang melibatkan siswa-siswi SMAN 1 Bakumpai sebagai peserta utama.
Kegiatan edukasi digital tersebut dirancang untuk membekali generasi muda setempat dengan keterampilan memproduksi konten kreatif guna mempromosikan kekayaan budaya daerah mereka ke ruang publik yang lebih luas.
Mahasiswa FISIP ULM sekaligus panitia pengabdian, Al Mu’min Syahbana Mahakam, bertindak sebagai pemateri dalam kelas tersebut.
Ia menjelaskan, materi yang disampaikan dirancang secara praktis agar mudah diterapkan oleh para remaja menggunakan perangkat komunikasi yang sehari-hari mereka miliki.
“Tema kelas kontennya budaya, jadi fokus materinya lebih ke arah pengemasan konten promosi budaya. Jadi di awal kelas lebih banyak menjelaskan terlebih dahulu perihal potensi budaya disini,” tuturnya.
Selain pemaparan materi dasar mengenai potensi kearifan lokal, sesi kelas juga diisi dengan praktik langsung teknik penyusunan naskah, pengenalan perangkat penyuntingan video, serta teknik pengambilan gambar yang efektif.
Al Mu’min menambahkan, pemanfaatan gawai pintar menjadi pilihan utama dalam pelatihan ini agar para peserta dapat langsung mempraktikkan materi tanpa terkendala keterbatasan alat.
Kendati demikian, materi pengenalan perangkat pendukung seperti kamera profesional, pencahayaan, dan penggunaan tripod turut disampaikan secara ringkas untuk memperluas wawasan peserta.
Suasana kelas berlangsung sangat interaktif dengan tingginya antusiasme para siswa yang aktif bertanya serta mengikuti seluruh rangkaian sesi praktik pembuatan konten yang dibagi ke dalam tiga format utama, yakni pengait perhatian, informasi mendalam, dan seruan bertindak.
Pelaksanaan Kelas Kreator Muda ini turut memunculkan harapan besar dari penanggung jawab divisi Karyadhara KM FISIP Mengabdi 2026, Nada Kamilah, agar para pelajar di wilayah setempat dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian warisan budaya leluhur.
“Kita berharap generasi muda Bakumpai tidak hanya mengenal, tapi juga bangga, melestarikan, dan aktif mengenalkan kembali budayanya sendiri lewat konten kreatif. Semoga setelah kelas ini nanti lahir kawan kawan yang mampu menjadi pencerita budaya di daerah mereka,” ucapnya.
Melalui sinergi antara kegiatan pengabdian masyarakat dan pemanfaatan media digital ini, program KM FISIP Mengabdi 2026 diharapkan mampu menjadi katalisator bagi kebangkitan kesadaran budaya di kalangan remaja, sekaligus mengangkat berbagai potensi tradisi lokal Bakumpai agar semakin dikenal luas oleh masyarakat nasional maupun internasional.






