REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sejumlah tempat tangkapan air di sepanjang Jalan Panglima Batur ditemukan tertutup.
Dari pantauan Redaksi8.com di lapangan, tangkapan air yang terhubung ke saluran drainase tersebut tertutup oleh bongkahan semen dan gumpalan tanah hingga ditumbuhi tanaman liar.
Dari ratusan tempat tangkapan air, ada 131 yang tertutup di kedua sisi jalan.
Pun, ditemukan tertutup sebagian dan ada juga yang hanya dihalangi dedaunan kering.
Terhitung dari depan Balai Kota sampai bundaran tugu toga Banjarbaru.
Hal ini dianulir dapat menyebabkan air hujan yang masuk ke drainase terhalang.

Mengingat intensitas curah hujan menurut BMKG mulai terjadi di bulan November ini, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Muhammad Deny Pramudji, berkomitmen akan melakukan pembersihan terhadap setiap tempat tangkapan air yang tertutup.
“Menghadapi musim hujan ini InsyaAllah akan kami kerjakan (pembersihan<-red) secepat mungkin terhadap tangkapan air yang pampan-pampan tersebut,” ujarnya kepada pewarta, Senin (2/11/2026) pagi.
Pihak PUPR berkomitmen akan memantau titik tangkapan air di lokasi lain yang kemungkinan mengalami hal serupa.
“Karena tempat tangkapan air di jalan-jalan poros yang masuk tanggungjawab Banjarbaru adalah kewajiban kami membersihkannya,” sambungnya.
Selain itu dia mengimbau kepada warga komplek perumahan untuk rutin membersihkan tempat tangkapan air sampai bagian drainasenya, baik dari tumpukan tanah maupun sampah.
“Ini sudah memasuki musim penghujan ya. Harapan kami dari masyarakat turut berpartisipasi juga menjaga masing-masing lingkungannya,” tutupnya.
Diketahui, tempat tangkapan air berfungsi menahan sampai memperlambat laju limpasan air permukaan saat hujan deras supaya tidak langsung meluap membanjiri pemukiman.









