REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Camat Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Muhammad Firmansyah mengimbau warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai dalam hal ini Sungai Kemuning, untuk selalu berwaspada menghadapi musim penghujan.

Caranya, selalu rutin bergotong royong membersihkan saluran-saluran drainase.

Terlebih drainase yang buangan airnya mengarah ke Sungai Kemuning.

“Kita selalu mengingatkan warga untuk aktif melakukan mitigasi banjir mendekati musim penghujan, salah satunya membersihkan drainase di kawasan pemukiman bantaran sungai dan sekitarnya,” katanya pasca Sholat Istisqa di depan Kantor Balai Kota Banjarbaru, Senin (2/11/2026) pagi.

Tidak lupa dia mengingatkan warganya untuk selalu mendokumentasikan kegiatan bersih-bersih dilingkungan masing-masing.

“Saya mengimbau warga di bantaran sungai kemuning mulai hulu ke hilir maupun warga yang tinggal di bagian atasnya aktif membersihkan saluran drainase,” imbaunya.

“Dokumentasikan dan laporkan ke setiap grub RT RW supaya kelurahan lain yang melihat termotivasi melaksanakan giat yang serupa,” begitu sambung Dia.

Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi menambahkan, kondisi Sungai Kemuning sempat mengalami penyusutan debit air yang cukup signifikan di musim kemarau.

Aliran sungai terpantau menjadi lebih lambat dan di beberapa titik tampak sangat surut.

Namun, begitu curah hujan tinggi yang turun pada, Sabtu (31/10) siang lalu sontak memicu peningkatan volume air.

hal itu membuat arus sungai menjadi jauh lebih deras dari biasanya.

“Volume air ini merupakan respon alami dari bertambahnya limpasan air hujan, baik yang berasal dari kawasan sekitar maupun dari daerah hulu. Meski demikian, peningkatan debit air ini tetap harus diantisipasi secara serius, terutama jika intensitas hujan terus berlangsung dalam durasi yang lama,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pihak Kelurahan Guntung Paikat bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi Sungai Kemuning secara berkala.

Upaya mitigasi sebelumnya ungkap reza telah direalisasikan melalui kegiatan pembersihan dan pengerukan sedimentasi yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup guna menjaga kebersihan serta kelancaran kapasitas aliran sungai.

“Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Kemuning agar tetap waspada terhadap perubahan ketinggian air, tidk membuang sampah ke sungai, serta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan genangan atau banjir,” terangnya.

Reza berharap langkah kesiapsiagaan tersebut dapat menjaga kondisi aliran sungai tetap terkendali, sehingga potensi permasalahan lingkungan serta dampak buruk bagi warga di sekitar bantaran sungai dapat diminimalkan seiring mulai turunnya curah hujan.

“Harapan kami, meskipun hujan mulai turun setelah kemarau panjang, kondisi sungai tetap terjaga sehingga dapat mengurangi potensi permasalahan lingkungan dan dampak bagi masyarakat di sekitar bantaran sungai,” tandasnya.

Tinggi air di Sungai Kemuning Banjarbaru naik sekitar 2 meter saat hujan lebat pada Sabtu (31/10) siang. Foto: Rama/Redaksi8.com.

BPBD Sudah Pasang EWS di Cempaka dan Sungai Kemuning

Selanjutnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru Zaini menerangkan, BPBD Banjarbaru sudah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana menghadapi kemungkinan cuaca ekstrim, dalam hal ini curah hujan tinggi.

Instrumen penunjang kebencanaan turut dipasang di titik-titik tertentu, seperti Early Warning System (EWS/sistem peringatan dini untuk banjir<-red).

“Perahu sudah kita siapkan, mesin-mesin perahu sudah kita service,” ungkapnya.

“Kita punya dua alat EWS yang kita pasang di Cempaka dan Sungai kemuning,” tambah dia.

Berdasarkan kajian bencana banjir terang Zaini, lokasi yang rawan terdampak banjir ada di Sungai Kemuning, daerah Cempaka dan di Guntung Payung.

“Jika debit air disana (Cempaka dan Sungai Kemuning<-red) masih aman alat itu (EWS<-red) tidak akan berbunyi. Itu sudah kita terapkan,” tukasnya.

“Saat ini status kita di Banjarbaru masih siaga bencana. Itu kita perpanjang,” tandasnya.

Sungai Kemuning Diupayakan Diperbaiki Pakai Dana ABT 2026

Kepala Bidang (SDA) Muhammad Deny Pramudji saat ditemui Redaksi8.com menjelaskan, pihaknya tengah mengupayakan perbaikan beberapa titik kerusakan yang ada di Sungai Kemuning menggunakan dana ABT tahun 2026.

Sebab, di sejumlah lokasi ada bagian-bagian beton yang mulai terlepas.

Ditambah, di titik-titik tertentu terdapat lubang di badan jalan Siring Sungai Kemuning.

“Kita usahakan di ABT ada perbaikan,” katanya, Senin (2/11/2026) pagi.

Walaupun kata dia, di beberapa lokasi perlu mengerahkan tenaga ekstra selama proses pengerjaan perbaikan nanti.

Kondisi infrastruktur di Sungai Kemuning ada yang mengalami kerusakan dibagian tembok siring dan badan jalannya yang telah berlubang. Foto: Rama/Redaksi8.com.

“Karena kita tahu sendiri disisi kanannya ada rumah warga. Dan itu agak sulit mengerahkan alat untuk masuk. Itulah mungkin yang jadi tantangannya melakukan rehab di sungai kemuning,” pendapatnya.

Dari hasil inventrisasi selama bulan September 2026 kemarin lanjut Deny, infrastruktur di bagian Siring Sungai Kemuning yang mengalami kerusakan terdata ada sepanjang 800 meter.

Titik kerusakan berada di bagian sisi siring di kelurahan sungai besar.

“Panjangnya dari sisi sungai besar sampai ke jembatan kembar,” sebutnya.

“Yang sudah kita perbaiki dari tahun 2025 ke 2026 sudah sekitar 462 meter,” bebernya.

Baginya, bangunan konstruksi di Sungai Kemuning sudah lebih dari 10 tahun.

Sehingga ada saja bagian-bagian tertentu yang berpotensi mengalami kerusakan pasca diterpa bermacam kondisi alam.

“Karena memang umur bangunannya sudah berusia 10 tahun ke atas,” pikirnya.

Hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (31/10/2026) kemarin misalnya, dia memprediksi kemungkinan akan muncul kerusakan baru.

“Setelah kemarin hujan lebat lagi nih, siapa tahu ada lagi bertambah (kerusakan<-red). Kita belum melihatnya (melakukan pengecekan ke lapangan<-red),” dia menukas.

“Kita akan melakukan perbaikan secara bertahap. Kita akui titiknya itu sangat banyak (di sungai kemuning<-red),” pungkasnya.