REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai Wisuda STIKes Intan Martapura Tahun 2026. Bagi para lulusan, prosesi wisuda bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya masa perkuliahan, tetapi menjadi titik awal untuk memasuki dunia profesional, mengembangkan karier, sekaligus membuktikan kompetensi yang telah ditempa selama berada di bangku pendidikan.
Pesan kuat disampaikan Ketua Yayasan Banjar Insan Prestasi, Dr. Taufik Arbain, S.Sos., M.Si. Ia mengingatkan para wisudawan bahwa gelar yang diperoleh bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan.
Sebaliknya, kelulusan merupakan pintu awal untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Kelulusan ini bukan jalan akhir, tetapi sebagai pintu menjalankan dan mengembangkan karier di dunia kerja,” ujar Taufik.
Menurutnya, para lulusan STIKes Intan Martapura memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik almamater. Prestasi yang dibawa setelah lulus diharapkan tidak hanya berbentuk pencapaian pribadi, tetapi juga tercermin melalui sikap, integritas, profesionalisme, serta kontribusi di tempat kerja.
Ia bahkan berpesan agar para alumni mampu menunjukkan bahwa lulusan STIKes Intan Martapura memiliki kualitas dan karakter yang baik.
“Kita tidak ingin lulusan STIKes Intan Martapura viral dengan berita yang tidak baik, tetapi kita ingin lulusan STIKes Intan Martapura viral dengan prestasi dan nilai yang baik di tempat kerjanya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua STIKes Intan Martapura, Hj. Zubaidah, S.ST., S.Kep., MPH., menegaskan bahwa mahasiswa berprestasi tidak semata-mata diukur berdasarkan tingginya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Menurutnya, proses pendidikan juga mencakup keaktifan mahasiswa dalam kegiatan akademik, organisasi, kompetisi, serta berbagai aktivitas pengembangan diri.
Hal tersebut tercermin dalam deretan wisudawan berprestasi pada Wisuda STIKes Intan Martapura Tahun 2026.
Pada Program Profesi Ners, predikat berprestasi diraih Rio Hers Lambang, S.Kep., Ners., dengan IPK 3,92.
Sementara pada Program S1 Administrasi Rumah Sakit, tiga lulusan mencatatkan prestasi akademik, yakni Lina Waldana, S.Kes. dengan IPK 3,89, Siti Tanzilah, S.Kes. dengan IPK 3,88, dan Muhammad Zaidan, S.Kes. dengan IPK 3,82.
Pada Program S1 Keperawatan, prestasi diraih Fir’ad Setya Nugraha, S.Kep. dengan IPK 3,87, disusul Tassia Sekar Brilliant Santiago, S.Kep. dengan IPK 3,82, serta Siti Faridah, S.Kep. dengan IPK 3,78.
Sedangkan dari Program D3 Keperawatan, tercatat Bayinatun Syahidah, A.Md.Kep. dengan IPK 3,74, Nur Salsabila, A.Md.Kep. dengan IPK 3,71, dan Mutiara Rahmi, A.Md.Kep. dengan IPK 3,69.
Di balik deretan angka IPK tersebut, terdapat cerita panjang tentang perjuangan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Salah satunya datang dari Rio Hers Lambang, S.Kep., Ners., wisudawan berprestasi dari Program Profesi Ners dengan IPK 3,92.
Rio mengungkapkan rasa syukur setelah berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan. Baginya, perjalanan di STIKes Intan Martapura tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan profesional, tetapi juga membentuk karakter dan mental untuk menghadapi dunia kerja.
Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga selama menjalani proses pendidikan, mulai dari belajar menjadi pribadi yang lebih sabar, mandiri dan disiplin hingga membangun etos kerja.
“Kampus terasa seperti rumah kedua, tempat bertumbuh, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, serta dukungan luar biasa dari dosen-dosen yang sangat membantu,” ungkapnya.
Kini, setelah menyandang gelar Profesi Ners, Rio berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Cerita serupa juga disampaikan Lina Waldana, S.Kes., peraih peringkat pertama pada Program S1 Administrasi Rumah Sakit dengan IPK 3,89.
Bagi Lina, pencapaian tersebut tidak datang secara instan. Ada doa dan dukungan orang tua, kebersamaan dengan teman, serta bimbingan para dosen yang menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.
Ia memandang prestasi bukan semata-mata tentang menjadi yang paling unggul, melainkan bagaimana seseorang mampu menjalani proses dengan sungguh-sungguh dan terus memberikan kemampuan terbaik.
“Pencapaian ini bukan tentang siapa yang paling unggul, tetapi tentang bagaimana kita mau terus berusaha dan memberikan yang terbaik selama menjalani proses,” katanya.
Pesan tersebut menjadi gambaran bahwa capaian akademik merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak.
Sementara itu, Fir’ad Setya Nugraha, S.Kep., peraih peringkat pertama S1 Keperawatan dengan IPK 3,87, memaknai prestasi yang diraihnya sebagai sebuah kebanggaan sekaligus amanah.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan berarti berhenti belajar. Justru, dunia kerja menjadi ruang berikutnya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama berada di kampus.
Ia berharap kompetensi yang dimiliki dapat menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan keperawatan.
Hal senada disampaikan Bayinatun Syahidah, A.Md.Kep., peraih peringkat pertama Program D3 Keperawatan dengan IPK 3,74.
Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan sekaligus pengalaman berharga. Keberhasilan itu, menurutnya, tidak terlepas dari doa, dukungan, serta bimbingan orang tua dan para dosen selama menjalani pendidikan.
Wisuda STIKes Intan Martapura Tahun 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni pelepasan mahasiswa. Di balik toga dan gelar akademik yang disandang, terdapat harapan agar para lulusan mampu menjadikan ilmu sebagai bekal untuk berkarya dan memberikan manfaat.
Para lulusan diharapkan mampu membawa kompetensi yang diperoleh ke dunia kerja, menjaga integritas profesi, terus meningkatkan kemampuan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pesan yang disampaikan yayasan dan pimpinan kampus pun menjadi bekal penting bagi para alumni: nama baik almamater tidak hanya dibawa melalui gelar di belakang nama, tetapi juga melalui karya, sikap, integritas, dan prestasi di tengah masyarakat.
Dari ruang-ruang perkuliahan mereka belajar dan bertumbuh. Dari panggung wisuda mereka melangkah memasuki dunia profesional.
Kini, saatnya para lulusan STIKes Intan Martapura membuktikan bahwa perjalanan panjang selama menempuh pendidikan dapat diwujudkan menjadi karya dan pengabdian yang memberi arti bagi masyarakat.

