Munculnya empat kandidat ini diprediksi membuat dinamika pemilihan Ketua Karang Taruna Kalsel berlangsung menarik. Selain menjadi ajang kompetisi kepemimpinan, proses pemilihan tersebut juga menjadi momentum menentukan arah dan masa depan organisasi kepemudaan di Banua.
Berdasarkan informasi yang beredar, empat nama yang masuk dalam bursa calon Ketua Karang Taruna Kalsel yakni Wildan, H.M. Yamin, M. Hidayatollah, dan Dhonie Irhami Rais.
Wildan diketahui merupakan mantan Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Banjar. Pengalamannya dalam struktur organisasi kepemudaan menjadi salah satu modal dalam kontestasi tersebut.
Selanjutnya, H.M. Yamin yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin. Kehadirannya dalam bursa calon turut menjadi perhatian karena memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan kepemimpinan daerah.
Nama berikutnya adalah M. Hidayatollah, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Kalimantan Selatan. Pengalamannya di lembaga legislatif tingkat nasional menjadi latar belakang tersendiri dalam persaingan tersebut.
Sementara itu, Dhonie Irhami Rais juga masuk dalam daftar kandidat. Ia diketahui merupakan putra mantan Bupati Kotabaru.
Keempat nama tersebut menghadirkan latar belakang yang beragam, mulai dari pengalaman organisasi kepemudaan, pemerintahan daerah, lembaga perwakilan rakyat, hingga lingkungan kepemimpinan daerah.
Persaingan ini tentunya bukan sekadar perebutan posisi ketua, melainkan juga menyangkut gagasan, visi, dan kemampuan membawa Karang Taruna Kalimantan Selatan menjadi organisasi yang semakin aktif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Karang Taruna sendiri memiliki peran strategis dalam membangun potensi generasi muda, mengembangkan kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta mendorong lahirnya pemuda-pemuda yang kreatif, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Karena itu, sosok yang nantinya dipercaya memimpin organisasi ini diharapkan mampu merangkul seluruh elemen kepemudaan, memperkuat konsolidasi hingga tingkat kabupaten dan kota, serta menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan generasi muda.
Kini, perhatian tertuju pada proses pemilihan dan dinamika dukungan terhadap masing-masing kandidat. Siapa yang nantinya memperoleh kepercayaan untuk memimpin Karang Taruna Kalimantan Selatan akan menjadi penentu arah perjalanan organisasi kepemudaan tersebut ke depan.
Empat nama telah mencuat. Pertarungan gagasan dan kepemimpinan pun menjadi hal yang dinantikan dalam menentukan nahkoda baru Karang Taruna Kalimantan Selatan.









