Tidak sekadar menyuguhkan hiburan, pementasan tersebut menghadirkan ruang bagi para seniman lokal untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Balangan.
Karya ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan bersama Dewan Kesenian Balangan. Produksi pementasan dipimpin Hj. Sri Huriyati Hadi, dengan Bai HK sebagai sutradara dan Aluh Srikandi sebagai penulis naskah.
Sejumlah seniman dan talenta daerah turut ambil bagian dalam pertunjukan tersebut. Di antaranya Yadin sebagai palamutan, Murjiah sebagai pembaca syair, Ka Nas sebagai pembaca puisi, serta Eted Wahyu dan Kyran yang tampil sebagai penari. Sementara Ka Jul turut memperkuat pertunjukan melalui bagian talent.
Kualitas pementasan juga didukung oleh tim kreatif yang bekerja di balik layar. Nova dan Kamaliah bertanggung jawab pada penataan rias, Najib dan Munadi menggarap musik pengiring, Tedy menangani penataan artistik, sedangkan tata cahaya dipercayakan kepada Munadi.
Kolaborasi berbagai unsur seni tersebut menjadi bukti bahwa potensi kesenian daerah memiliki ruang untuk terus berkembang melalui kerja sama, kreativitas, dan keberanian menghadirkan karya baru.
Melalui “Siluet Tumpang Talu”, Dewan Kesenian Balangan menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan dengan mempertahankan bentuk pertunjukan lama. Tradisi juga dapat dihidupkan melalui sentuhan kreativitas dan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang menjadi akar kebudayaan.
Pementasan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memberikan ruang apresiasi kepada para pelaku seni, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya daerah.
Sebab, seni dan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dirawat dan diwariskan. Melalui karya-karya seperti “Siluet Tumpang Talu”, kekayaan budaya Balangan diharapkan semakin dikenal luas dan tetap hidup di tengah perkembangan zaman.









