REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dari Rp15 Miliar dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Banjarbaru, Rp12 miliar dialokasikan mendukung operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini, memaparkan, dana Banpres sebesar Rp12 miliar akan digunakan untuk pemadaman dan pengadaan sarana dan prasarana Karhutla di Banjarbaru.

Diantaranya, penyediaan peralatan pemadam kebakaran, kendaraan operasional, perlengkapan keselamatan hingga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

Secara rinci, dana itu akan digunakan untuk membeli 180 set alat pelindung diri (APD), 10 set tabung oksigen dan regulator, lima unit truk tangki air, serta satu unit mobil 4×4.

Selain itu, terdapat 30 set mesin pemadam kebakaran, dukungan operasional posko gabungan yang melibatkan 385 petugas, satu unit drone thermal, serta 33.795 liter BBM.

Menurutnya, peralatan pemadam, kendaraan pendukung, serta teknologi pemantauan melalui drone thermal menjadi bagian penting dalam upaya mendeteksi titik panas, mempercepat mobilisasi petugas, dan meningkatkan efektivitas pemadaman di lapangan.

“Semua relawan akan kita beri insentif selama dua bulan (dana Banpres<-red). Kawan-kawan yang punya armada kita kasih BBM,” ungkapnya.

Sementara Rp3 miliar lainnya akan disalurkan ke SKPD lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas PUPR dan Dinas Sosial Banjarbaru.

Disisi lain, status kebencanaan di Banjarbaru lanjut Zaini terus diperpanjang. Meskipun hot spot (titik api<-red) sudah diangka nol.

Lantaran, beberapa hari terakhir telah turun hujan lebat hingga hujan sedang.

“Status kebencanaan siaga bencana (di Banjarbaru<-red) kita perpanjang,” tukasnya.

“Akan tetapi dua tiga hari ini kita ada turun hujan ya. Hot spot kita yang ada di Banjarbaru sudah berada nol,” pungkasnya.