REDAKSI8.COM, KALIMANTAN – Kalimat Kalimantan Ganti Event (acara<-red) tengah menjamur di setiap platform sosial media hari ini.
Dari data yang diperoleh, belum sampai 24 jam sudah lebih dari 100 ribu postingan dan topik yang menyematkan kalimat Kalimantan Ganti Event di sosial media.
Fenomena seruan itu dianulir lantaran kondisi iklim di Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sebelumnya panas dan berkabut asap, sepekan belakangan sampai hari ini Sabtu (31/10) siang, mulai dituruni hujan disertai guntur dan petir, meski hujannya tidak berturut-turut setiap hari.
Ditambah, postingan di sosial media selama 4 bulan terakhir dipenuhi berita warga yang terdampak kebakaran, kabut asap dan penyakit ISPA, hari ini informasi yang marak beredar justru mengenai hujan lebat, rumah kebanjiran, tergenang luapan air sampai kejadian longsor.
Dari situ mungkin, warga net menganggap di Kalimantan hari ini merupakan awal perubahan kondisi alamnya, atau mereka menyebut dengan istilah Kalimantan Ganti Event.
Secara menyeluruh menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kalsel, wilayah Kalsel dan sekitarnya diprediksi baru akan memasuki musim hujan secara bertahap mulai bulan November 2026.
Potensi cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir dan angin kencang terjadi dari tanggal 28 Oktober hingga 3 November 2026 mendatang.
Prakirawan BMKG Kalsel, Rianita Sekar Utami menyampaikan, kondisi cuaca selama sepekan ini didominasi awan dengan potensi hujan ringan hingga sedang.
“Waspadai hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama pada waktu-waktu yang telah diprakirakan,” katanya beberapa waktu lalu kepada Redaksi8.com.
Jika di bulan November mendatang Kalsel bahkan wilayah Kalimantan lain mulai didominasi hujan, tidak salah jika warga net menilai Kalimantan lagi ganti event.









