REDAKSI8.COM, BALANGAN – Peran keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam mencetak generasi berkualitas sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Untuk memperkuat peran tersebut, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Balangan menggelar sosialisasi sejumlah program strategis yang menyentuh bidang pendidikan, ekonomi, dan pembentukan karakter anak.

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat TP-PKK Kabupaten Balangan, Senin (2/11/2026), tersebut mengangkat tiga materi utama, yakni Wajib Belajar 13 Tahun, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), serta Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Ketiga program ini dinilai memiliki keterkaitan erat dalam membangun keluarga yang berkualitas, mulai dari memastikan anak mendapatkan pendidikan yang layak, meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga, hingga membentuk karakter generasi muda sejak usia dini.

Dalam pemaparan materi Wajib Belajar 13 Tahun, dijelaskan bahwa program tersebut mencakup satu tahun pendidikan prasekolah atau TK, enam tahun pendidikan SD, tiga tahun SMP, dan tiga tahun SMA.

Program ini bertujuan mendorong anak-anak mendapatkan kesempatan pendidikan secara berkelanjutan, dimulai sejak usia dini hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas.

Ketua Pokja II Kecamatan Halong, Majidatul Ulya, S.Pd., menekankan pentingnya sosialisasi tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama para orang tua, agar tidak mengabaikan pendidikan anak sejak usia dini.

Ia berharap kader PKK dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga semakin banyak keluarga memahami pentingnya pendidikan dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk bersekolah.

Senada dengan itu, Penilik PAUD, Jaleha, S.Pd., menjelaskan bahwa pendidikan prasekolah memiliki peran penting sebagai fondasi sebelum anak memasuki pendidikan dasar.

Melalui pendidikan anak usia dini (PAUD), anak tidak hanya diperkenalkan pada kemampuan dasar belajar, tetapi juga dibimbing untuk mengembangkan karakter, kemandirian, kemampuan sosial, serta kesiapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Tak hanya berfokus pada pendidikan, sosialisasi juga memberikan perhatian terhadap penguatan ekonomi keluarga melalui program UP2K.

Materi yang disampaikan Murjiah tersebut menekankan pentingnya mendorong keluarga agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan usaha rumah tangga, peningkatan keterampilan, serta pemanfaatan potensi lokal yang dapat menghasilkan tambahan pendapatan.

Program UP2K diharapkan mampu membuka peluang bagi keluarga untuk mengembangkan usaha produktif, sehingga kesejahteraan rumah tangga dapat meningkat.

Sementara itu, Pengawas TK, Ernawati, menyampaikan materi mengenai Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai upaya membangun karakter positif anak melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Menurutnya, pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Keluarga, lingkungan masyarakat, dan media juga memiliki peran penting dalam mendukung penerapan kebiasaan positif tersebut.

Karena itu, pembiasaan perlu dilakukan secara konsisten, penuh kesadaran, dan menyenangkan agar dapat menjadi bagian dari pola hidup anak sejak dini.

Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kabupaten Balangan diharapkan semakin memperkuat kapasitas kader dalam mengedukasi masyarakat, khususnya terkait pentingnya pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pembentukan karakter anak.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi langkah untuk mendorong lahirnya keluarga yang berdaya, anak-anak yang berkarakter, serta generasi masa depan Balangan yang sehat, cerdas, mandiri, dan berdaya saing.