REDAKSI8.COM, KALSEL – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) peserta pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) mengikuti seluruh tahapan pendidikan dan latihan dengan disiplin.
ASN yang tidak mematuhi instruksi tersebut terancam mendapat konsekuensi terhadap jabatan, mulai dari penurunan eselon hingga dinonjobkan.
“Selama pelatihan kalau ada ASN yang mangkir, kita belum menerapkan sanksinya. Yang penting saat ini dia mengikuti, tetapi kalau mangkir, ya, artinya tidak mematuhi. Bisa terjadi kan, kalau tidak mematuhi instruksi daripada Gubernur itu bisa diturunkan satu tingkat atau dinonjobkan,” tegasnya, Senin (2/11/26).
Pemprov Kalsel saat ini menerapkan sistem manajemen talenta dalam pengisian dan promosi jabatan ASN.
Penilaian dilakukan berdasarkan uji kompetensi melalui pemetaan sembilan kotak atau nine-box matrix.
ASN yang masuk kategori Box 7 hingga Box 9 memiliki kualifikasi untuk dipromosikan ke jabatan strategis.
Namun, posisi tersebut dapat berubah apabila pegawai menunjukkan penurunan kinerja maupun kedisiplinan.
“Kita saat ini memakai sistem manajemen talenta, sistemnya adalah pakai kotak-kotak berbasis uji kompetensi. Manajemen talenta adalah pengisian jabatan sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi masing-masing. Mereka yang berhak dipromosikan adalah ASN yang sudah masuk dalam kualifikasi Box 7 hingga Box 9,” jelasnya.
Ia menambahkan, posisi dalam pemetaan manajemen talenta tidak bersifat permanen.
ASN yang sebelumnya berada di kategori tertinggi tetap berpeluang turun apabila hasil evaluasinya tidak memenuhi kriteria.
“Jadi kotak ini mulai dari bawah sampai ke sembilan. Nah, bila kotaknya sudah di sembilan, dia itu bisa turun ke kotak delapan, bisa ke kotak tujuh, kan,” katanya.
Melalui kebijakan tersebut, Muhidin berharap seluruh peserta tidak mengabaikan pelatihan Komcad.
“Selain membentuk kedisiplinan dan karakter bela negara, kepatuhan ASN juga menjadi bagian dari evaluasi dalam pembinaan karier di lingkungan Pemprov Kalsel,” tutupnya.









