REDAKSI8.COM, KOTABARU – Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru menggelar workshop dan pelatihan diversifikasi pengolahan hasil laut dengan mengubah tulang ikan menjadi tepung untuk bahan baku aneka kue kering.
Limbah tulang ikan yang selama ini kerap terbuang ternyata memiliki potensi ekonomi jika diolah dengan tepat, dalam hal ini jadi tepung.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai kecamatan.
Mayoritas peserta merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Pulau Laut Utara, Pulau Laut Sigam, Pulau Laut Timur, Pulau Laut Tengah, Pulau Laut Barat, Pulau Laut Selatan, hingga Pulau Sembilan.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari tim Hokitok Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yakni Kiki Rohana Handayani dan Agung Nuri Wijaya.
Kepala Dinas Perikanan Kotabaru, H. Zaenal Arifin, melalui Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Daya Saing, Hj. Hajrah, mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah secara produktif dan ramah lingkungan.
Menurutnya, tulang ikan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi tepung ikan.
Bahan tersebut kemudian digunakan untuk membuat berbagai produk makanan, seperti nastar, putri salju, dan aneka kue kering lainnya.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan keterampilan kepada pelaku UMKM agar limbah tulang ikan bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual dan peluang usaha,” jelas Hajrah Senin (2/11/2026).
Selain pengolahan tulang ikan, peserta mendapatkan materi diversifikasi produk berbahan dasar ikan segar.
Pada hari kedua, mereka dijadwalkan mempraktikkan pengolahan ikan lele, bandeng, dan tenggiri menjadi produk kekinian, seperti nugget dan dimsum.
Narasumber Kiki Rohana Handayani mengapresiasi antusiasme para peserta.
Ia berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami berharap ilmu yang diberikan bisa bermanfaat, sehingga pelaku UMKM di Kotabaru mampu mulai berproduksi, menambah pemasukan, dan berkembang menjadi UMKM naik kelas,” ungkap Kiki.
Ia pun ingin Dinas Perikanan Kotabaru terus memberikan pendampingan supaya produk yang dihasilkan pelaku UMKM dapat berkembang dan memiliki daya saing.
Melalui pelatihan ini, Dinas Perikanan Kotabaru mendorong pelaku UMKM untuk lebih kreatif dalam mengolah potensi hasil laut.
Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.









