REDAKSI8.COM, BANJAR – Mengusung semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat, Himpunan Mahasiswa Sipil Program Studi S-1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menggelar peresmian program Bangunan Sipil untuk Negeri 2026, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Aksi” tersebut dilaksanakan di TPQ Ar-Raudah, Jalan Komplek Graha Permata Indah 2, Desa Tungkaran RT 9, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang teknik sipil melalui pembangunan fasilitas yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Ketua Yayasan TPA Ar-Raudah, Muhammad Wildan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Fakultas Teknik ULM atas bantuan pembangunan fasilitas yang diperuntukkan bagi kegiatan TK Al-Qur’an serta berbagai aktivitas pendidikan lainnya.
Ia berharap bangunan tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dalam menuntut ilmu serta menunjang berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Teknik yang telah memberikan bantuan berupa bangunan untuk TK Al-Qur’an dan kegiatan lainnya. Mudah-mudahan fasilitas ini dapat kami gunakan semaksimal mungkin untuk menuntut ilmu dan melaksanakan berbagai kegiatan,” ungkap Muhammad Wildan.
Ia juga berharap seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari perencanaan hingga proses pembangunan, mendapatkan keberkahan atas kontribusi yang diberikan.
“Kami berharap semua yang terlibat dalam pembangunan dan kegiatan ini menjadi amal jariyah,” tambahnya.
Sementara itu, dosen pembimbing kegiatan, Husnul Khotimi, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Tungkaran, khususnya warga RT 9, yang telah memberikan dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan program berlangsung.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Tidak hanya menghasilkan bangunan yang bermanfaat, program ini juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengenal kondisi lapangan, membangun komunikasi, serta menghadapi tantangan nyata dalam proses pekerjaan konstruksi.
Ia menilai, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Tungkaran RT 9 atas segala kerja sama yang telah diberikan, sehingga mahasiswa dapat bekerja sekaligus belajar secara langsung di lapangan. Semoga program ini menjadi bekal bagi mereka setelah lulus kuliah untuk memasuki dunia kerja,” tutur Husnul Khotimi.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Sipil untuk Negeri 2026 juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis, kerja sama tim, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Sipil ULM diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademis dan profesional, tetapi juga mampu menghadirkan solusi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peresmian bangunan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Dengan semangat “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Aksi”, mahasiswa Teknik Sipil ULM membuktikan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang perkuliahan, tetapi dapat diwujudkan menjadi karya nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.









