REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan Bank Sampah Berseri yang telah beroperasi sejak 2022.
Sebelumnya, aktivitas pemilahan dan penyimpanan sampah masih dilakukan di bangunan sederhana di atas lahan hibah yang dimanfaatkan oleh pemerintah desa.
Kepala Desa Rejosari, Widodo, mengungkapkan bahwa meskipun bank sampah telah berjalan selama beberapa tahun, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala dalam menunjang kegiatan pengelolaan sampah.
“Bank sampah ini sudah jalan, tapi memang secara bangunan belum cukup layak. Kalau soal pengurus dan teknis, kami sudah jalankan, termasuk mekanisme buku tabungan masyarakat.” Ujar widodo
Menariknya, Bank Sampah Berseri tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Pengelolaannya melibatkan warga Desa Rejosari dengan layanan gratis, termasuk penjemputan sampah langsung ke halaman rumah warga yang dilaksanakan satu kali dalam sepekan.

Sampah yang terkumpul selanjutnya dipilah berdasarkan klasifikasi dan jenisnya. Setiap jenis sampah memiliki nilai harga tersendiri yang kemudian dikonversikan menjadi saldo tabungan masyarakat. Saldo tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengambil uang maupun memenuhi kebutuhan dapur.
Bahkan, sejumlah warga telah berhasil mengumpulkan tabungan hingga mencapai Rp1 juta dari hasil menyetorkan sampah rumah tangga.
“Biasanya mereka ngambilnya mau dekat-dekat lebaran,” ujar Widodo, “kayak THR begitulah.”
Widodo menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.
Menurutnya, sampah tidak semestinya hanya dipandang sebagai barang buangan. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah tertentu masih memiliki nilai ekonomis yang dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat.
“Yang ingin kami bangun sebenarnya adalah kesadaran masyarakat. Kalau sampah sudah dipilah sejak dari rumah, pengelolaannya akan lebih mudah. Apalagi warga juga bisa merasakan manfaatnya secara langsung, baik untuk kebersihan lingkungan maupun tambahan kebutuhan rumah tangga,” kata Widodo.
Ia menambahkan, pembangunan rumah pilah sampah yang lebih luas dan memadai diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja para pengurus, terutama dalam proses pemilahan maupun penyimpanan sampah yang telah dikumpulkan.
Dengan adanya fasilitas baru tersebut, aktivitas Bank Sampah Berseri diharapkan semakin tertata dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
Widodo pun berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui DLH dapat semakin mendorong partisipasi warga dalam program tersebut.
Sebab, menurutnya, keberhasilan pengelolaan bank sampah bukan hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas dan pengurus, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui kebiasaan memilah serta menyetorkan sampah secara rutin.
Melalui pengembangan Bank Sampah Berseri, Desa Rejosari diharapkan dapat terus membangun budaya pengelolaan sampah yang produktif, sekaligus menciptakan lingkungan bersih dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.









