REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan aparat dan pemerintah. Kesadaran serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama agar bencana yang berdampak luas tersebut dapat dicegah sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WITA tersebut dihadiri Kolonel Inf Handoko Yudho Wibowo, S.E., M.I.P., bersama rombongan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad. Kedatangan mereka disambut Kepala Kelurahan Syamsudin Noor, Fitria, serta diikuti para ketua RW, ketua RT, dan 35 perwakilan masyarakat setempat.
Dalam penyuluhan tersebut, para Pasis mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memahami berbagai risiko yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Mereka menjelaskan, Karhutla bukan sekadar persoalan terbakarnya kawasan hutan maupun lahan kosong. Dampaknya dapat meluas hingga mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap, merusak ekosistem, menghambat aktivitas sosial dan ekonomi, bahkan mengancam keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.
Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, kegiatan ini juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama. Setiap warga diharapkan memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda munculnya titik api.
Para Pasis juga menyoroti pentingnya peran ketua RT dan RW sebagai penggerak masyarakat di lingkungan masing-masing. Melalui koordinasi dan komunikasi yang baik, pesan-pesan pencegahan Karhutla diharapkan dapat diteruskan secara luas sehingga menjadi kebiasaan dan kesadaran bersama.
Dalam perspektif ketahanan wilayah, keterlibatan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pencegahan bencana. Sebab, upaya menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Pihak Seskoad turut menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodim 1006/Banjar beserta jajaran dan pemerintah daerah atas dukungan serta sambutan yang diberikan sehingga kegiatan penyuluhan dapat terlaksana dengan baik.
Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan adanya perhatian terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Melalui penyuluhan ini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, para ketua RT dan RW diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan edukasi pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata TNI AD dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat ditekan sehingga lingkungan tetap aman, sehat, dan terjaga kelestariannya.









