REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga sejumlah bahan pokok (bapok) di Pasar Bauntung Banjarbaru mulai mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada bawang merah saja, tetapi juga merambah kebutuhan dapur lainnya seperti tepung, minyak goreng, dan gula.

Kondisi ini membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual seiring meningkatnya modal pembelian dan keterbatasnya pasokan.

Pedagang bawang di Pasar Bauntung Banjarbaru, Hariadi mengatakan, harga bawang merah dalam dua pekan terakhir naik Rp2 ribu per kilogram. Jika sebelumnya harga pasokan dari Banjarmasin Rp25 ribu, kini menjadi Rp27 ribu per kilogram.

Di tingkat eceran, bawang merah dijual Rp35 ribu per kilogram. Namun, pembelian dalam jumlah banyak bisa mendapat potongan harga menjadi Rp33 ribu. Sementara bawang putih masih bertahan di harga Rp35 ribu per kilogram.

Ia menyebut kenaikan harga dipengaruhi karena terbatasnya produksi dan stok bawang, bahkan seluruh pasokan bawang merah yang dijualnya saat ini berasal dari Banjarmasin dengan jenis bawang Bima.

“Jadi kada murah lagi, karena produksinya kada banyak lagi, stoknya kurang. Semuanya ini bawang Bima dari Banjarmasin,” ungkapnya, Rabu (4/11/26).

Selain itu, faktor cuaca juga memengaruhi produksi bawang, dimana pada musim kemarau cenderung lebih baik dibandingkan musim hujan karena bawang lebih mudah busuk dan berair saat curah hujan tinggi.

“Sebenarnya pengaruh kemarau panjang ada jua. Kalau bawang lebih murah musim panas daripada musim hujan karena musim hujan busuk dan berair,” katanya.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah kebutuhan dapur lainnya seperti tepung terigu yang sebelumnya dijual Rp10 ribu kini menjadi Rp11 ribu, dan tepung merek Segitiga Biru naik dari Rp13 ribu menjadi Rp13.500 hingga Rp14 ribu.

Sementara minyak goreng subsidi Minyakita masih dijual sekitar Rp35 ribu untuk kemasan dua liter. Adapun merek lain sudah berada di atas Rp40 ribu.

Kemudian harga gula juga ikut meningkat seharga Rp19.500 hingga Rp20 ribu per kilogram.

“Kalau bahan pokok lainnya rata-rata naik semua kaya bumbu-bumbu dan tepung naik juga,” ucapnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga gula dipengaruhi modal pembelian yang kini hampir mencapai Rp18 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap memperoleh keuntungan.

“Kalau gula juga naik, di jual Rp19 ribu, sekarang beli modalnya aja hampir Rp18 ribu, jadi dijualnya Rp19.500, Kadang-kadang Rp20 ribu,” tuntasnya.