REDAKSI8.COM, KALSEL – Nilai Tukar Petani (NTP) sejumlah subsektor pertanian di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami peningkatan pada Oktober 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini menunjukkan membaiknya daya tukar petani, terutama pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, NTP tanaman pangan naik dari 102,22 persen pada Oktober 2025 menjadi 114,79 persen pada Oktober 2026. Sementara NTP hortikultura meningkat dari 102,96 persen menjadi 116,90 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman menilai peningkatan tersebut sebagai perkembangan positif yang perlu dipertahankan.
Menurutnya, NTP menjadi salah satu ukuran kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai usaha pertanian.
“NTP menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun membiayai kegiatan usaha taninya,” katanya, Rabu (4/11/26).
Ia menyebut, kenaikan NTP mencerminkan perbaikan nilai yang diterima petani dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan. Kondisi itu diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
“Kondisi ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” harapnya.
Syamsir meminta jajaran pertanian di tingkat provinsi maupun kabupaten kota menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Peningkatan NTP perlu diikuti langkah nyata, seperti memperkuat produksi, menekan biaya usaha tani, meningkatkan kelembagaan petani, serta memperluas akses pemasaran hasil pertanian.
Sinergi Pemerintah Daerah (Pemda), penyuluh, dan kelompok tani juga dinilai penting agar tren positif tersebut dapat berlanjut.
“Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel optimistis sektor pertanian tetap berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan peningkatan kesejahteraan petani,” turupnya.









