REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Sebuah misi besar untuk mencetak “raksasa” ekonomi baru dari Kalimantan Selatan resmi dimulai.
Sebanyak 50 mahasiswa terpilih, yang mayoritas berasal dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), kini berada di garis start program Rocket Incubation by YABN 2026.
Program yang dimulai secara daring pada Minggu (15/2/2026) itu bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan inkubasi intensif selama enam bulan yang dirancang untuk mengubah mahasiswa berprestasi menjadi pengusaha rintisan yang tangguh.
Pimpinan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), Zuraida Murdia Hamdie memberikan pesan pembakar semangat bagi para peserta.
Ia menekankan bahwa lokasi geografis bukan lagi hambatan untuk bersaing di level tertinggi.
“Buktikan bahwa mahasiswa yang kuliah di Banjarmasin tidak kalah dengan yang di Jawa,” tegasnya.
Zuraida menambahkan, program tersebut hadir sebagai wadah bagi mahasiswa yang selama ini sudah memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional untuk naik kelas ke dunia bisnis yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap mahasiswa yang memiliki minat dan potensi di bidang wirausaha bisa mendapat dukungan yang maksimal,” ujarnya.
Plh Rektor ULM, Dr. Ir. Yusuf Azis melihat program tersebut sebagai instrumen krusial bagi pencapaian visi ekonomi makro Indonesia.
Menurutnya, pengalaman praktik yang didapat melalui Rocket Incubation akan mengisi celah antara teori akademis dan realitas bisnis.
“Program ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai delapan persen per tahun. Dari tangan generasi muda inilah kita harapkan lahir pengusaha nasional masa depan,” ungkap Yusuf Azis.
Optimisme senada datang dari Sandiaga Salahuddin Uno, Founder Yayasan Indonesia Setara.
Dengan rekam jejak mengakselerasi lebih dari 250 brand hingga ke pasar internasional, ia menjanjikan bahwa program ini akan menitikberatkan pada hasil yang nyata.
“Saya sangat mengapresiasi antusiasmen teman-teman yang hadir dalam kegiatan ini. Ke depannya, program ini dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan kita arahkan pada kolaborasi nyata dan terukur untuk mempercepat lahirnya brand dan usaha rintisan baru,” ucap Sandiaga.
Diketahui, Rocket Incubation 2026 Berdurasi 6 Bulan pendampingan terstruktur.
Peserta sebanyak 50 Penerima Beasiswa IBFL (47 dari ULM). Fokusnya mentoring, monitoring, evaluasi, dan penguatan karakter kepemimpinan bisnis.
Output lulusannya diharapkan memiliki peran inovatif, berdaya saing global, dan mampu memberikan dampak sosial-ekonomi.










Komentar