REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 44 titik lokasi di Kalimantan Selatan akan disiapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Semuanya tersebar di 8 kabupaten/kota.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjuk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM) untuk mengawal dan menilai kesiapan calon lokasi KNMP yang akan dijalankan di tahun 2027 akan datang.
Sebagai bentuk komitmen implementasi program tersebut, ULM merekrut 44 orang surveyor yang akan diterjunkan langsung dan menetap di lokasi yang sudah ditentukan selama dua bulan kedepan.
Para surveyor bertugas melakukan survei teknis, mengidentifikasi dan memfasilitasi penanganan kesenjangan di lapangan, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat.
Bermula dari pelatihan dan pembekalan intensif yang dilaksanakan di Novotel Banjarbaru pada 27–30 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 44 calon surveyor dan 11 orang dari tim mitra ULM.
Pembekalan dibuka resmi oleh Dekan FPIK ULM sekaligus Manager Program, Dr. Untung Bijaksana.
Hadir pula Wakil Dekan III FPIK ULM selaku PIC Program, Dr. Indira Fitriliani, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Nadiya serta Dr. Muhamad Darmawan dari KKP sebagai fasilitator dan pemateri utama.
Pada momentum pembekalan tersebut, dipaparkan arah pengembangan konsep KNMP 2027.
Tipologi kampung nelayan kini tidak lagi sebatas perikanan tangkap di laut, melainkan diperluas mencakup sektor pengolahan hasil perikanan, pengembangan wisata bahari, budidaya air tawar/payau, hingga aktivitas penangkapan di perairan umum.
Diversifikasi tipologi itu diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pesisir dan perairan darat secara komprehensif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kalimantan Selatan.









