REDAKSI8.COM, MARTAPURA – Gelombang kenaikan harga kebutuhan pokok mulai membayangi masyarakat di Kabupaten Banjar menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam sepekan terakhir, sejumlah komoditas pangan di Pasar Martapura dilaporkan mengalami lonjakan harga yang memicu keluhan dari pedagang maupun konsumen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan merata terjadi pada sektor sembako, mulai dari gula, telur, minyak goreng, hingga bahan pangan utama seperti beras.
Misran, salah seorang pedagang sembako di Pasar Martapura mengungkapkan, kenaikan harga ini terjadi secara bertahap namun konsisten dalam tujuh hari terakhir.
“Gula naik seribu rupiah, dari Rp17.000 menjadi Rp18.000 per kilogram. Telur juga naik dari Rp30.000 menjadi Rp31.000 per kilogram,” ujarnya saat ditemui.
Kenaikan serupa juga merambah pada komoditas minyak goreng yang kini dibanderol Rp18.000 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp17.000.
Lonjakan paling signifikan dirasakan pada komoditas beras. Beras jenis Unus yang populer di masyarakat kini menyentuh angka Rp14.000 per liter dari harga semula Rp13.000. Bagi konsumen yang membeli dalam partai besar, harga per karung ukuran 50 kilogram kini telah menembus angka Rp620.000.
Misran memprediksi tren kenaikan ini belum akan berhenti dalam waktu dekat, mengingat tingginya permintaan pasar menjelang hari besar keagamaan.
“Biasanya awal Ramadan masih relatif stabil, tapi mendekati lebaran bisa naik lagi, tergantung pasokan dan permintaan,” katanya.
Menanggapi situasi ini, warga diharapkan dapat lebih cermat dalam mengelola pengeluaran rumah tangga.
Belanja secara bijak dan sesuai kebutuhan menjadi kunci utama dalam mengantisipasi fluktuasi harga yang diprediksi akan terus bergerak dinamis hingga Hari Raya Idulfitri mendatang.



