REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU — Kabupaten Tanah Bumbu kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rudi Latif, daerah berjuluk Bumi Bersujud ini sukses meraih Peringkat Kedua Kategori Indeks Pertanaman Tertinggi Komoditas Padi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Saptono.

Penyerahan berlangsung dalam rangkaian Rapat Evaluasi Kinerja Dinas Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang digelar di Banjarbaru, Rabu (4/11/2026).

Keberhasilan ini disambut penuh rasa syukur oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif. Melalui akun Instagram pribadinya, @bangarul.official, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras di garda terdepan sektor pertanian.

“Apresiasi kepada seluruh petani, penyuluh, dan jajaran terkait atas dedikasi serta sinergi yang telah dibangun. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kita,” ujar Bupati Andi Rudi Latif.

Bupati menegaskan bahwa raihan Peringkat II ini bukan sekadar sebuah trofi atau kebanggaan daerah semata.

Lebih dari itu, capaian ini harus menjadi pelecut semangat untuk terus mengoptimalkan pembangunan pertanian guna mewujudkan Kabupaten Tanah Bumbu yang maju, mandiri, dan berketahanan pangan.

Saat ini, Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten Tanah Bumbu telah mencapai rata-rata 1,6. Indeks ini merupakan indikator penting yang menggambarkan frekuensi penanaman pada lahan pertanian dalam satu tahun.

Peningkatan angka tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi padi, produktivitas lahan, serta ketersediaan pangan bagi masyarakat secara berkelanjutan.
​
​Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus meningkatkan Indeks Pertanaman melalui penguatan infrastruktur pertanian, optimalisasi sumber daya air, peningkatan ketersediaan sarana produksi, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi wilayah.