REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru mulai membuat fasilitas sumur bor, di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.

Tujuannya sebagai bentuk mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jangka panjang.

Pembangunan itu menelan anggaran sebesar Rp392.500.000 yang bersumber dari alokasi bantuan presiden (banres).

Sumur bor tersebut difungsikan sebagai sumber pasokan air utama guna mempermudah petugas dan relawan saat melakukan pemadaman api di titik-titik rawan Karhutla.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Renny Yudiarni menyampaikan, ketersediaan pasokan air yang memadai menjadi krusial dalam memadamkan Karhutla, terutama di kawasan lahan gambut seperti Landasan Ulin Selatan.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan langkah strategis dan tindak lanjut nyata dari bantuan Presiden RI untuk memperkuat penanganan Karhutla di wilayah Kota Banjarbaru. Dengan adanya pasokan air yang stabil dari sumur bor ini, tim pemadam di lapangan tidak akan lagi kesulitan mendapatkan sumber air saat terjadi kebakaran lahan,” terang Renny Yudiarni, Selasa (04/11/2026).

Anggran pembangunan sumur bor tersebut diambi dari Rp3 miliar Banpres yang dialokasikan untuk Dinas PUPR, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

Total yang diterima Banjarbaru Rp15 miliar. Rp12 miliar sudah dialokasikan ke BPBD Banjarbaru.

Keperluannya untuk membeli 180 set alat pelindung diri (APD), 10 set tabung oksigen dan regulator, lima unit truk tangki air, serta satu unit mobil 4×4. Lalu membeli 30 set mesin pemadam kebakaran, dukungan operasional posko gabungan yang melibatkan 385 petugas, satu unit drone thermal, serta 33.795 liter BBM.