REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pembangunan sebuah bangsa yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, melainkan berawal dari ketahanan serta kualitas pengasuhan di dalam keluarga.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, pada sabtu siang (19/09/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan warga ini diawali dengan penuh khidmat melalui nyanyian lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan materi serta edukasi interaktif terkait penguatan ketahanan keluarga dari berbagai pemangku kepentingan.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Anggota Komisi IX DPR RI Hj. Mariana, Penata KKB Ahli Muda Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Endras Wari Kusuma Ardhani, Kepala DP3APMPPKB Kota Banjarbaru Hj. Erma Epiyana Hartati, serta Ketua RT 06 Awaludin.
Kegiatan sosialisasi ini juga turut diisi oleh arahan dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Mariana, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap percepatan penurunan stunting.
Ia menegaskan bahwa agenda besar ini membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga tenaga kesehatan.
“Pertemuan hari ini bukan hanya merawat silaturahmi, tetapi juga menebar keberkahan dan manfaat sosial. Lewat sosialisasi ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama mendukung langkah strategis Kemendukbangga (dahulu BKKBN). Pembangunan kependudukan dan keluarga adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif kita semua.”Jelasnya.
Sementara itu, Penata KKB Ahli Muda Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Endras Wari Kusuma Ardhani, menggarisbawahi pentingnya peran ruang keluarga sebagai fondasi dasar pembangunan bangsa.
Pembangunan sebuah bangsa ternyata tidak melulu diawali dari pembangunan infrastruktur megah atau proyek-proyek raksasa, melainkan dari meja makan, ruang keluarga, dan pengasuhan anak di balik pintu rumah kita masing-masing.
Melalui program Bangga Kencana, pemerintah memijakkan arah kebijakan pada tiga pilar utama yang saling mengunci:
1.Kependudukan: Mengatur kebijakan dan pemetaan data kependudukan agar seimbang dengan daya dukung lingkungan serta target pembangunan nasional.
2.Keluarga Berencana (KB): Mengatur jarak kelahiran, merencanakan jumlah anak, dan meningkatkan aksesibilitas kontrasepsi yang aman.
3.Pembangunan Keluarga: Membina ketahanan serta kesejahteraan keluarga secara konkret lewat kelompok kegiatan di lapangan, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL).
“Pembangunan manusia di sini dirancang secara berkesinambungan,sejak balita, tumbuh remaja, beranjak dewasa, hingga memasuki usia senja” Jelasnya.
Menyambung penjelasan tersebut, Kepala DP3APMPPKB Kota Banjarbaru, Hj. Erma Epiyana Hartati, menambahkan bahwa pandangan masyarakat terhadap program KB saat ini telah mengalami transformasi yang signifikan.
“Selama puluhan tahun, ketika mendengar kata KB, bayangan sebagian besar masyarakat kita sering kali tertahan pada beberapa hal, yakni alat kontrasepsi, batas dua anak, atau spanduk-spanduk imbauan di sudut kelurahan. Namun, jika kita menyusuri sudut-sudut Kota Banjarbaru belakangan ini, paradigma lama itu tampak telah bergeser jauh,” Ujar Hj Erma.
Melalui program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), Dinas P3APMP2KB Kota Banjarbaru membuktikan bahwa pengelolaan kependudukan bukan lagi sekadar urusan menahan laju kelahiran, melainkan sebuah investasi kebudayaan dan kualitas manusia demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Transformasi ini dibuktikan langsung melalui data konkret lapangan. Data per Agustus 2026 mencatatkan potret performa yang imperatif sekaligus impresif di Kota Banjarbaru.
Cakupan laporan dari fasilitas pelayanan KB—baik pemerintah, swasta, maupun Praktik Mandiri Bidan (PMB)—mencapai tingkat kepatuhan mutlak 100%.
Selain itu, pencapaian Peserta KB Aktif berhasil melampaui target hingga 111,00% (4.975 peserta dari target 4.482).
“Meskipun capaian Peserta KB Baru (PB) hingga Agustus 2026 masih berada di angka 30,49% (2.099 dari target 6.885), tingginya angka akumulasi peserta aktif membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Banjarbaru untuk merencanakan keluarga sudah berada pada tahapan mandiri dan berkelanjutan”. Jelas Hj Erma
Menyadari pentingnya hal tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, pada sabtu siang (19/09/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan warga ini diawali dengan penuh khidmat melalui nyanyian lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan materi serta edukasi interaktif terkait penguatan ketahanan keluarga dari berbagai pemangku kepentingan.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Anggota Komisi IX DPR RI Hj. Mariana, Penata KKB Ahli Muda Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Endras Wari Kusuma Ardhani, Kepala DP3APMPPKB Kota Banjarbaru Hj. Erma Epiyana Hartati, serta Ketua RT 06 Awaludin.
Kegiatan sosialisasi ini juga turut diisi oleh arahan dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Mariana, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap percepatan penurunan stunting.
Ia menegaskan bahwa agenda besar ini membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga tenaga kesehatan.
“Pertemuan hari ini bukan hanya merawat silaturahmi, tetapi juga menebar keberkahan dan manfaat sosial. Lewat sosialisasi ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama mendukung langkah strategis Kemendukbangga (dahulu BKKBN). Pembangunan kependudukan dan keluarga adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif kita semua.”Jelasnya.
Sementara itu, Penata KKB Ahli Muda Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Endras Wari Kusuma Ardhani, menggarisbawahi pentingnya peran ruang keluarga sebagai fondasi dasar pembangunan bangsa.
Pembangunan sebuah bangsa ternyata tidak melulu diawali dari pembangunan infrastruktur megah atau proyek-proyek raksasa, melainkan dari meja makan, ruang keluarga, dan pengasuhan anak di balik pintu rumah kita masing-masing.
Melalui program Bangga Kencana, pemerintah memijakkan arah kebijakan pada tiga pilar utama yang saling mengunci:
1.Kependudukan: Mengatur kebijakan dan pemetaan data kependudukan agar seimbang dengan daya dukung lingkungan serta target pembangunan nasional.
2.Keluarga Berencana (KB): Mengatur jarak kelahiran, merencanakan jumlah anak, dan meningkatkan aksesibilitas kontrasepsi yang aman.
3.Pembangunan Keluarga: Membina ketahanan serta kesejahteraan keluarga secara konkret lewat kelompok kegiatan di lapangan, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL).
“Pembangunan manusia di sini dirancang secara berkesinambungan,sejak balita, tumbuh remaja, beranjak dewasa, hingga memasuki usia senja” Jelasnya.
Menyambung penjelasan tersebut, Kepala DP3APMPPKB Kota Banjarbaru, Hj. Erma Epiyana Hartati, menambahkan bahwa pandangan masyarakat terhadap program KB saat ini telah mengalami transformasi yang signifikan.
“Selama puluhan tahun, ketika mendengar kata KB, bayangan sebagian besar masyarakat kita sering kali tertahan pada beberapa hal, yakni alat kontrasepsi, batas dua anak, atau spanduk-spanduk imbauan di sudut kelurahan. Namun, jika kita menyusuri sudut-sudut Kota Banjarbaru belakangan ini, paradigma lama itu tampak telah bergeser jauh,” Ujar Hj Erma.
Melalui program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), Dinas P3APMP2KB Kota Banjarbaru membuktikan bahwa pengelolaan kependudukan bukan lagi sekadar urusan menahan laju kelahiran, melainkan sebuah investasi kebudayaan dan kualitas manusia demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Transformasi ini dibuktikan langsung melalui data konkret lapangan. Data per Agustus 2026 mencatatkan potret performa yang imperatif sekaligus impresif di Kota Banjarbaru.
Cakupan laporan dari fasilitas pelayanan KB—baik pemerintah, swasta, maupun Praktik Mandiri Bidan (PMB)—mencapai tingkat kepatuhan mutlak 100%.
Selain itu, pencapaian Peserta KB Aktif berhasil melampaui target hingga 111,00% (4.975 peserta dari target 4.482).
“Meskipun capaian Peserta KB Baru (PB) hingga Agustus 2026 masih berada di angka 30,49% (2.099 dari target 6.885), tingginya angka akumulasi peserta aktif membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Banjarbaru untuk merencanakan keluarga sudah berada pada tahapan mandiri dan berkelanjutan”. Jelas Hj Erma
