REDAKSI8.COM, BANJAR – Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB), pemerintah daerah bergerak cepat membantu warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Respons tersebut dilakukan dengan turun langsung ke kediaman warga di Jalan Handil Buluan Nomor 92, RT 003, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Minggu (20/9/2026).
Tim Dinsos P3AP2KB Banjar dipimpin Kepala Dinas, Hj Erny Wahdini, didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan serta Jaminan Sosial (Rehlinjamsos) Hudan Azzuhry, jajaran dinas, serta aparat pemerintah desa dan kecamatan.
Setibanya di lokasi, tim melihat secara langsung kondisi hunian warga yang membutuhkan perhatian. Sejumlah bagian rumah terlihat mulai mengalami kerusakan, mulai dari dinding papan yang lapuk hingga atap seng yang tidak lagi dalam kondisi baik.
Kondisi bagian dalam rumah juga cukup sederhana dengan ruang yang terbatas dan perabotan seadanya.
Melihat kondisi tersebut, bantuan tidak hanya berhenti pada pendataan. Pemkab Banjar langsung menyalurkan bantuan darurat berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, disertai bantuan sandang berupa pakaian dan perlengkapan mandi.
“Kami ingin pemerintah hadir cepat bagi warga yang membutuhkan. Karena itu kami turun langsung memastikan kondisi di lapangan, dan bantuan darurat kami salurkan hari ini juga agar tepat sasaran,” ujar Erny.
Namun, penanganan tidak berhenti pada bantuan sementara. Pemkab Banjar juga menyiapkan langkah lanjutan agar warga dapat memiliki hunian yang lebih layak dan aman.
Dinsos P3AP2KB Banjar akan mendorong rumah tersebut untuk masuk dalam usulan program Bedah Rumah melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar.
Saat ini, tim tengah mempersiapkan sejumlah dokumen dan persyaratan yang diperlukan agar usulan perbaikan rumah dapat segera diproses.
“Bantuan sembako dan sandang kami berikan sebagai penanganan awal. Untuk perbaikan rumah, kami kebut penyiapan berkas agar bisa segera diusulkan ke program Bedah Rumah di DPRKPLH,” tambah Erny.
Ia juga mengajak masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan untuk tidak ragu melaporkan kondisi warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat penting agar pemerintah dapat bergerak lebih cepat, sekaligus memastikan bantuan sosial diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan kecamatan. Kehadiran langsung jajaran Pemkab Banjar di tengah masyarakat dinilai menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah sekaligus membuka harapan bagi warga yang selama ini harus bertahan di tengah keterbatasan.
Dengan penanganan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari bantuan kebutuhan dasar hingga rencana perbaikan hunian, Pemkab Banjar berupaya memastikan warga tidak hanya mendapat bantuan sesaat, tetapi juga memiliki peluang untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan manusiawi.
Respons tersebut dilakukan dengan turun langsung ke kediaman warga di Jalan Handil Buluan Nomor 92, RT 003, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Minggu (20/9/2026).
Tim Dinsos P3AP2KB Banjar dipimpin Kepala Dinas, Hj Erny Wahdini, didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan serta Jaminan Sosial (Rehlinjamsos) Hudan Azzuhry, jajaran dinas, serta aparat pemerintah desa dan kecamatan.
Setibanya di lokasi, tim melihat secara langsung kondisi hunian warga yang membutuhkan perhatian. Sejumlah bagian rumah terlihat mulai mengalami kerusakan, mulai dari dinding papan yang lapuk hingga atap seng yang tidak lagi dalam kondisi baik.
Kondisi bagian dalam rumah juga cukup sederhana dengan ruang yang terbatas dan perabotan seadanya.
Melihat kondisi tersebut, bantuan tidak hanya berhenti pada pendataan. Pemkab Banjar langsung menyalurkan bantuan darurat berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, disertai bantuan sandang berupa pakaian dan perlengkapan mandi.
“Kami ingin pemerintah hadir cepat bagi warga yang membutuhkan. Karena itu kami turun langsung memastikan kondisi di lapangan, dan bantuan darurat kami salurkan hari ini juga agar tepat sasaran,” ujar Erny.
Namun, penanganan tidak berhenti pada bantuan sementara. Pemkab Banjar juga menyiapkan langkah lanjutan agar warga dapat memiliki hunian yang lebih layak dan aman.
Dinsos P3AP2KB Banjar akan mendorong rumah tersebut untuk masuk dalam usulan program Bedah Rumah melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar.
Saat ini, tim tengah mempersiapkan sejumlah dokumen dan persyaratan yang diperlukan agar usulan perbaikan rumah dapat segera diproses.
“Bantuan sembako dan sandang kami berikan sebagai penanganan awal. Untuk perbaikan rumah, kami kebut penyiapan berkas agar bisa segera diusulkan ke program Bedah Rumah di DPRKPLH,” tambah Erny.
Ia juga mengajak masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan untuk tidak ragu melaporkan kondisi warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat penting agar pemerintah dapat bergerak lebih cepat, sekaligus memastikan bantuan sosial diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan kecamatan. Kehadiran langsung jajaran Pemkab Banjar di tengah masyarakat dinilai menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah sekaligus membuka harapan bagi warga yang selama ini harus bertahan di tengah keterbatasan.
Dengan penanganan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari bantuan kebutuhan dasar hingga rencana perbaikan hunian, Pemkab Banjar berupaya memastikan warga tidak hanya mendapat bantuan sesaat, tetapi juga memiliki peluang untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan manusiawi.

