REDAKSI8.COM, TANJUNG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, hingga akhir September 2026 mencapai Rp243,99 miliar. Capaian tersebut setara dengan 81,89 persen dari target tahunan sebesar Rp297,96 miliar.

Realisasi tersebut menunjukkan kinerja penerimaan daerah yang positif. Bahkan, capaian PAD telah melampaui target kumulatif triwulan III yang ditetapkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tabalong.

Kepala Bapenda Kabupaten Tabalong, H Nanang Mulkani, mengatakan pendapatan daerah Kabupaten Tabalong pada 2026 ditargetkan sebesar Rp1,969 triliun. Target tersebut bersumber dari pendapatan transfer dan PAD.

Hingga 30 September 2026, realisasi pendapatan daerah secara keseluruhan telah mencapai Rp1,482 triliun atau 75,25 persen dari target tahunan.

“Realisasi pendapatan daerah hingga 30 September 2026 mencapai Rp1,482 triliun atau 75,25 persen dari target tahunan,” jelas Nanang, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, capaian tersebut sesuai dengan target kumulatif yang telah ditetapkan hingga triwulan III. Bapenda Tabalong menerapkan tahapan target realisasi pendapatan daerah secara bertahap untuk memastikan penerimaan berjalan sesuai dengan perencanaan.

Target realisasi ditetapkan sebesar 15 persen pada triwulan I, meningkat menjadi 40 persen pada triwulan II, kemudian 75 persen pada triwulan III, dan diharapkan mencapai 100 persen pada akhir tahun anggaran.

“Saat ini realisasi pendapatan daerah sudah mencapai 75,25 persen atau sesuai target triwulan III,” ujarnya.

PAD Didominasi Empat Komponen Penerimaan

Sementara itu, realisasi PAD sebesar Rp243,99 miliar berasal dari sejumlah komponen penerimaan daerah, meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Keempat komponen tersebut menjadi sumber pendapatan yang terus dioptimalkan pemerintah daerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan.

Dengan capaian 81,89 persen dari target tahunan, PAD Tabalong telah melampaui target kumulatif triwulan III yang ditetapkan sebesar 75 persen.

Kondisi ini menjadi indikator positif bagi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang berasal dari potensi daerah.

Optimalkan Penerimaan hingga Akhir Tahun

Meski realisasi pendapatan daerah telah memenuhi target triwulan III, Bapenda Tabalong tetap berupaya mengoptimalkan penerimaan pada sisa waktu tahun anggaran 2026.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh potensi pendapatan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Dengan realisasi pendapatan daerah sebesar 75,25 persen dan PAD mencapai 81,89 persen, pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk meningkatkan penerimaan pada triwulan IV.

Bapenda Tabalong berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir Desember 2026, sehingga target pendapatan daerah sebesar Rp1,969 triliun dan target PAD sebesar Rp297,96 miliar dapat direalisasikan sesuai perencanaan.

Optimalisasi pendapatan daerah juga diharapkan dapat memperkuat kemampuan keuangan Kabupaten Tabalong dalam mendukung berbagai program pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.