REDAKSI8.COM, BANJAR – Perubahan kualitas air bersih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak balita. Pasalnya, selain meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, kondisi air yang kurang terjaga kebersihannya juga dapat memicu munculnya penyakit diare pada anak.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, dr. Eka Lestari, mengungkapkan bahwa tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak sepanjang tahun ini mulai menunjukkan penurunan, seiring wilayah Kalimantan Selatan yang mulai memasuki musim hujan.

Berdasarkan data periode 1 September hingga 4 November 2026, tercatat sebanyak 20 pasien anak dan 40 pasien balita menjalani perawatan inap dengan keluhan terkait ISPA.

Sementara itu, pada 4 November 2026, terdapat dua pasien yang masih menjalani perawatan, masing-masing satu pasien pneumonia dan satu pasien ISPA.

Meski kasus ISPA mulai berangsur menurun, Eka mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan ancaman penyakit lainnya, terutama diare yang berkaitan dengan kebersihan dan kualitas air yang dikonsumsi sehari-hari.

Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan, keterbatasan ketersediaan air bersih, hingga kondisi air sungai yang menjadi keruh dan mengalami perubahan kualitas dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan.



Ia menyebutkan, dalam kondisi tertentu pasien anak dengan keluhan diare yang membutuhkan perawatan bisa mencapai dua hingga empat orang dalam sehari. Jumlah tersebut cenderung lebih sedikit pada kondisi normal ketika kebutuhan air bersih masyarakat masih tercukupi.

Untuk itu, Eka mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih sumber air untuk kebutuhan sehari-hari, terutama air yang digunakan untuk membuat susu maupun minuman bagi anak.

Ia menyarankan agar masyarakat memastikan air yang digunakan benar-benar layak dan higienis. Jika menggunakan air sumur, air tersebut harus dimasak hingga mendidih sebelum dikonsumsi. Masyarakat juga dapat menggunakan air kemasan yang terjamin kualitasnya.

“Untuk anak-anak, terutama dalam membuat susu, sebaiknya menggunakan air yang terjamin kebersihannya. Jangan sembarangan menggunakan air isi ulang apabila kualitas dan higienitasnya belum dipastikan,” pesannya.

Sementara itu, salah seorang orang tua pasien, Rina Anggraini, menceritakan pengalaman anaknya yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah mengalami sejumlah gejala gangguan pencernaan.

Awalnya, sang anak mengalami demam dan muntah berulang kali sepanjang malam hingga menjelang subuh. Kondisi tersebut kemudian disertai buang air besar, sehingga keluarga memutuskan segera membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Rina mengungkapkan, selama ini keluarganya menggunakan air sumur yang direbus untuk kebutuhan minum maupun membuat susu anak. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan setiap hari dan sebelumnya tidak pernah menimbulkan masalah.

Namun, setelah anaknya mengalami gangguan kesehatan, dokter menyarankan agar penggunaan air untuk kebutuhan konsumsi, khususnya pembuatan susu, diganti dengan air kemasan yang terjamin kualitasnya.

“Kami memang setiap hari menggunakan air sumur yang direbus, termasuk untuk membuat susu. Sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini. Mungkin saja ada perubahan kualitas air karena kondisi kemarau, tetapi kami juga tidak mengetahui secara pasti penyebabnya,” tuturnya.

Dari pengalaman tersebut, Rina berharap para orang tua semakin memperhatikan kebersihan lingkungan, kualitas air, serta pola hidup sehat dalam keluarga.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan peralatan makan dan minum anak, memperhatikan pola makan, serta memastikan air yang dikonsumsi benar-benar aman.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan anak tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi juga melalui kebiasaan sederhana di rumah. Memastikan air bersih, menjaga kebersihan makanan, dan menerapkan pola hidup sehat merupakan langkah penting untuk melindungi keluarga dari berbagai risiko penyakit.