REDAKSI8.COM, BANJAR – Kabar baik bagi masyarakat Desa Sungai Tuan Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Pembangunan Jembatan Merah Putih yang selama ini dinantikan warga akhirnya rampung dan resmi diresmikan pada Rabu (4/11/2026) pagi.

Kehadiran jembatan baru tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur penyeberangan yang aman, layak, dan mudah diakses.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan bersama Bupati Banjar H Saidi Mansyur, serta dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjar.

Pembangunan Jembatan Merah Putih ini merupakan hasil sinergi antara Polda Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Banjar, dengan dukungan serta partisipasi masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak demi kepentingan masyarakat luas.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pembangunan jembatan merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam menyediakan akses penghubung yang dapat menunjang aktivitas sosial dan perekonomian warga.

Menurutnya, keberadaan jembatan memiliki arti penting karena menjadi sarana mobilitas masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan pemerintahan, hingga kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Ia mengungkapkan, pembangunan Jembatan Merah Putih telah dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Hingga saat ini, Polda Kalsel telah meresmikan sekitar 36 jembatan, sementara pembangunan serupa juga terus dilaksanakan oleh jajaran kepolisian resor di berbagai kabupaten dan kota.

Program tersebut menjadi bagian dari gerakan gotong royong untuk membantu masyarakat mendapatkan akses infrastruktur yang lebih baik, terutama di wilayah yang masih membutuhkan sarana penghubung antardesa maupun antarkawasan permukiman.

Kapolda menjelaskan, program pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia dalam pertemuan bersama jajaran perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Negara pada Januari 2026.

Dalam arahan tersebut, Presiden menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penghubung yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Jembatan tidak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap akses pendidikan, terutama bagi anak-anak sekolah yang selama ini harus menghadapi keterbatasan sarana penyeberangan ketika berangkat maupun pulang sekolah.

Karena itu, ke depan program pembangunan Jembatan Merah Putih tidak hanya difokuskan pada pembangunan jembatan baru. Upaya perbaikan, pemeliharaan, hingga renovasi jembatan yang mengalami kerusakan juga menjadi bagian dari perhatian agar masyarakat dapat menikmati akses penyeberangan yang lebih aman dan memadai.

Sementara itu, Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Kalimantan Selatan beserta seluruh jajaran, khususnya Satgas Pembangunan Jembatan Polda Kalsel dan Polres Banjar, atas kontribusi serta dukungan dalam penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.

Menurut Saidi, keberadaan Jembatan Merah Putih memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sungai Tuan Ilir dan wilayah sekitarnya. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala akses yang selama ini dihadapi warga dalam menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.

Ia menilai, jembatan tersebut bukan hanya mempermudah hubungan antarpermukiman, tetapi juga memberikan kemudahan bagi anak-anak untuk mengakses fasilitas pendidikan. Selain itu, masyarakat kini memiliki akses yang lebih lancar ketika hendak mengurus berbagai keperluan administrasi maupun mendapatkan pelayanan di kantor desa.

Dengan semakin baiknya konektivitas wilayah, aktivitas masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan aman. Kemudahan akses ini juga berpotensi mendukung perkembangan kegiatan ekonomi warga karena mobilitas orang maupun barang menjadi lebih lancar.

Bupati Banjar berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun tersebut. Menurutnya, infrastruktur yang sudah tersedia harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki dari masyarakat terhadap fasilitas umum. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari sejauh mana infrastruktur tersebut mampu memberikan manfaat dan dipelihara secara berkelanjutan.

Diketahui, Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir dibangun menggunakan konstruksi beton dengan panjang mencapai 20 meter dan lebar 4,5 meter. Pembangunan infrastruktur tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjar dengan nilai anggaran sebesar Rp2,8 miliar.

Secara administratif, jembatan ini menghubungkan RT 01 dan RT 04 di Desa Sungai Tuan Ilir. Lebih dari itu, keberadaannya juga menjadi akses strategis yang menghubungkan Desa Sungai Tuan Ilir dengan Desa Banua Anyar.

Rampungnya pembangunan jembatan tersebut diharapkan menjadi titik awal peningkatan konektivitas dan pemerataan pembangunan di kawasan Kecamatan Astambul. Dengan akses yang semakin terbuka, masyarakat tidak lagi hanya memperoleh kemudahan dalam mobilitas, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Jembatan Merah Putih pun menjadi simbol kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan warga. Sebuah infrastruktur yang bukan sekadar menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar.