REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga sejumlah jenis cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru mulai mengalami penurunan pada pekan pertama bulan November.

Sebab di bulan Oktober lalu, harganya sempat melonjak.

Meski demikian, harga cabai masih tergolong tinggi dan dirasa memberatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pedagang cabai Pasar Bauntung Banjarbaru, Halim mengatakan, penurunan terjadi pada hampir semua jenis cabai jika dibandingkan dua pekan sebelumnya.

Cabai Japlak yang sebelumnya dijual Rp90 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp80 ribu.

Sementara Cabai Patalan dan Cabai Keriting masing-masing turun dari Rp90 ribu menjadi Rp75 ribu per kkilogram

“Harga Cabai Merah juga berkurang dari Rp60 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Tapi Cabai Hijau masih bertahan di harga Rp55 ribu per kilogram,” ujarnya, Selasa (3/11/26).

Menurutnya, perubahan harga cabai dipengaruhi kondisi cuaca yang berdampak pada hasil pertanian di daerah pemasok, serta kegagalan panen membuat pasokan lokal terbatas sehingga pedagang harus mengandalkan kiriman dari Pulau Jawa.

Ketika stok dari daerah tersebut tersedia dalam jumlah banyak, maka harga di pasar akan cenderung turun.

“Untuk minggu ini ada mengalami penurunan dari pada dua minggu yang lalu, ini rata-rata semua turun,” ucapnya.

Halim menyebut, pasokan dari Jawa telah menjadi andalan pedagang selama tiga bulan terakhir.

Namun, distribusi sempat terganggu akibat dua kali kendala pelayaran, yakni kapal pengangkut tenggelam dan kerusakan kapal yang menyebabkan keterlambatan pengiriman.

Gangguan itu sempat memicu lonjakan harga karena pedagang harus mendatangkan cabai melalui jalur udara untuk menjaga ketersediaan barang di pasar.

Pengiriman menggunakan pesawat dilakukan secara gabungan oleh sejumlah pedagang besar, khusus untuk mengangkut sayuran selama dua hari.

“Kemarin biaya pengiriman naik Rp20 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Tapi selama 2 hari saja kita datangkan khusus mengangkut sayur,” katanya.

Di sisi lain, penurunan harga yang terjadi belum sepenuhnya dirasakan sebagai kabar baik oleh konsumen seperti Dina, warga Banjarbaru

Dia mengaku, harga cabai masih jauh lebih mahal dibandingkan biasanya, terutama untuk pembelian dalam jumlah kecil.

Kondisi itu membuat belanja kebutuhan dapur sehari-hari semakin membebani pengeluaran rumah tangga.

“Ada kenaikan, jauh banget lah, biasanya kan seperempat masih bisa Rp8 ribu sampai Rp10 ribu, sekarang mahal Rp22 ribu sampai Rp28 ribu untuk cabai japlak dan rawit,” ungkapnya.

Dina turut mengeluhkan kenaikan harga bahan pangan lain, seperti ikan yang turut menambah beban belanja.

Selain harga yang belum terjangkau, kualitas cabai yang dibeli pun tidak selalu baik karena terkadang ditemukan dalam kondisi layu.

“Semuanya mahal jadi lumayan berat ya. Kondisi cabainya juga kadang dapet yang bagus kadang layu,” tutupnya.