REDAKSI8.COM, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong mendorong hasil inovasi masyarakat melalui lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) agar tidak hanya berhenti sebagai produk perlombaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan perlindungan hukum melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tabalong, Ir. H. Muhammad Noor Rifani, saat membuka Lomba TTG yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tabalong di Gedung Saraba Kawa, Tanjung, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, pendaftaran HKI penting untuk memberikan kepastian kepemilikan atas setiap produk inovasi sekaligus membuka peluang pemanfaatan secara lebih luas dengan tetap memberikan hak ekonomi kepada penciptanya melalui royalti.
“Produk-produk ini kalau bisa didaftarkan HKI, sehingga mereka punya kepastian terhadap produknya dan bisa dimanfaatkan orang banyak. Tentu nanti ada royalti buat mereka,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa H. Fani itu mengapresiasi kreativitas dan kemampuan para peserta dalam menghasilkan teknologi maupun produk inovatif yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung inovasi yang berpotensi dikembangkan dan dibutuhkan publik, termasuk membuka peluang pengadaan produk oleh pemerintah.
“Pemerintah sangat mendukung. Kalau dibutuhkan oleh masyarakat, bisa kita pesan dari pemerintah,” tegasnya.
Dari berbagai karya yang ditampilkan, H. Fani memberikan perhatian khusus terhadap inovasi di bidang pertanian, teknologi informasi (IT), serta pengelolaan sampah.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak luas bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala DPMD Tabalong, Adityapula Nugraha, menjelaskan bahwa lomba TTG merupakan upaya mendorong tumbuhnya ide, kreativitas, dan inovasi teknologi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, pelajar, posyantek desa dan kelurahan, serta para inovator lokal.
Kompetisi tahun ini terbagi dalam dua kategori, yakni Posyantek Desa dan Kelurahan/Masyarakat Umum serta kategori Pelajar/Mahasiswa. Tercatat sebanyak 22 peserta mengikuti kategori pertama, sementara 10 peserta lainnya berkompetisi pada kategori pelajar dan mahasiswa.
Melalui ajang ini, Pemkab Tabalong berharap lahir inovasi teknologi tepat guna yang tidak hanya mampu menjawab persoalan masyarakat, tetapi juga memiliki daya saing, perlindungan hukum, serta peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.









