REDAKSI8.COM, INTERNASIONAL — Tragedi naas terjadi ketika salah satu gerobak Danjiri di Osaka Jepang terbalik.
Tragedi itu menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Uniknya, dalam tradisi lokal itu, pihak keluarga korban justru mendatangi kuil dan kelompok-kelompok penarik gerobak lain untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
Fenomena itu mencerminkan tingginya nilai tanggung jawab sosial yang kerap kali membebankan pihak korban dalam perayaan tradisional.
Tak hanya soal keselamatan, festival tersebut memicu keluhan terkait beban finansial warga.
Pembuatan satu gerobak Danjiri diketahui menelan biaya hingga miliaran rupiah, sementara perawatan tahunannya mencapai ratusan juta rupiah.
Seluruh biaya tersebut ditutup melalui iuran wajib masyarakat sekitar.
Meski tidak sedikit warga yang merasa keberatan, mereka terpaksa membayar demi menghindari sanksi sosial berupa pengucilan dari lingkungan setempat.
Beban warga kian bertambah lantaran perbaikan kerusakan fasilitas seperti rumah, toko, maupun pagar warga yang hancur akibat hantaman gerobak harus ditanggung menggunakan uang pribadi.
Menurut aturan adat festival, segala bentuk kecelakaan atau kerusakan yang terjadi selama perayaan dianggap sebagai risiko serta tanggung jawab masing-masing pemilik bangunan.
Kemarahan publik semakin memuncak menyusul beredarnya kabar mengenai penyalahgunaan dana iuran warga.
Uang iuran yang seharusnya dialokasikan untuk pemeliharaan dan perayaan acara sakral diduga disalahgunakan oleh oknum panitia untuk menggelar after party.
Pesta penutupan tersebut diwarnai aksi mabuk-mabukan hingga penyewaan wanita penghibur.
Penyimpangan itu menuai kritik tajam karena dinilai menodai nilai-nilai luhur dan keagungan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Diketahui, Festival Danjiri merupakan salah satu tradisi budaya terkenal di Jepang yang menampilkan aksi menarik gerobak kuil raksasa berbobot hingga empat ton, kini mendulang sorotan publik.
Atraksi utama festival tersebut ialah aksi yarimawashi, yaitu manuver membelokkan gerobak secara tajam 90 derajat dalam kecepatan tinggi.







