REDAKSI8.COM, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan memberikan dukungan operasional dan perlindungan bagi para relawan.
Sebanyak 8.000 liter bahan bakar minyak (BBM) disalurkan kepada Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), disertai jaminan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, di halaman kediaman Bupati, Kamis (1/10/2026).
Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menunjang tugas para relawan yang selama ini berada di garis depan penanganan berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kekeringan.
Bupati Tabalong yang akrab disapa H. Fani mengatakan, pemerintah daerah menyadari pentingnya peran UPBS dan Redkar dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi darurat.
Menurutnya, para relawan memiliki tanggung jawab besar dalam membantu penanganan bencana, sehingga sudah selayaknya mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah.
“Pemerintah melihat betapa pentingnya tugas-tugas rekan-rekan. Insyaallah pemerintah terus memperhatikan dan terus berkolaborasi dengan rekan-rekan semua,” ujarnya.
Dukungan operasional dan jaminan keselamatan
Penyaluran 8.000 liter BBM diharapkan dapat menunjang mobilitas serta kelancaran operasional relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu kebutuhan penting, terutama ketika relawan harus bergerak cepat menuju lokasi bencana, melakukan pemadaman, maupun membantu masyarakat yang terdampak.
Selain dukungan operasional, pemerintah daerah juga memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para relawan yang menghadapi berbagai risiko saat bertugas di lapangan.
“Dengan adanya bantuan ini, ada ketenangan bagi semua dalam melaksanakan tugas,” kata H. Fani.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan material, tetapi juga bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan para relawan yang telah mendedikasikan tenaga serta waktunya untuk kepentingan masyarakat.
Kolaborasi menjadi kunci penanganan bencana
Dalam kesempatan itu, H. Fani turut menyampaikan apresiasi kepada UPBS, Redkar, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan karhutla dan kekeringan di Kabupaten Tabalong.
Ia menilai, keberhasilan menghadapi bencana tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi berbagai unsur, baik pemerintah, relawan, maupun masyarakat.
“Berkat kolaborasi kita semua, kebakaran dan kekeringan alhamdulillah bisa kita atasi. Masyarakat juga membantu. Ini patut kita syukuri, karena tanpa kolaborasi dan sinergi kita semua, mustahil bisa diatasi,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya penanggulangan bencana. Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan di lapangan dapat dihadapi secara lebih efektif.
Ia juga mengingatkan para relawan agar tidak ragu menyampaikan kebutuhan maupun kendala yang dihadapi selama menjalankan tugas.
Komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan dinilai penting agar pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus menentukan bentuk dukungan yang dibutuhkan.
“Kolaborasi dan sinergi ini terus kita bina dan terus kita saling koordinasi. Kalau ada apa-apa, tolong disampaikan. Insyaallah ini akan jadi perhatian pemerintah,” tegasnya.
Melalui penyaluran BBM dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tersebut, Pemkab Tabalong berharap kesiapsiagaan UPBS dan Redkar semakin meningkat.
Dukungan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, serta memastikan para relawan dapat menjalankan tugas kemanusiaan dengan dukungan operasional dan perlindungan yang memadai.









