REDAKSI8.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Bappeda bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar desk pengisian matriks Rencana Aksi Daerah (RAD) Tuberkulosis (TBC) guna memperkuat koordinasi lintas sektor dalam percepatan penanggulangan TBC di daerah.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel yang berlangsung di Ruang Rapat PPM Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (2/2/26).

Pengelola Program TB Kalimantan Selatan Rosmawati mengatakan, desk RAD TBC menjadi forum penting untuk menyelaraskan perencanaan program lintas sektor yang berkaitan dengan penanggulangan TBC.

“Kita membahas penyusunan Rencana Aksi Daerah untuk program tuberkulosis. Melalui kegiatan ini, kita menyelaraskan perencanaan yang ada di masing-masing SKPD yang memiliki keterkaitan dengan program penanggulangan TBC,” ujarnya.

Rosmawati menegaskan, RAD TBC merupakan langkah strategis dalam menentukan berbagai kegiatan pendukung percepatan penanggulangan TBC di Kalimantan Selatan, sejalan dengan target eliminasi TBC nasional Tahun 2030.

Ia menilai keberadaan RAD TBC sangat membantu Dinas Kesehatan dalam memperluas cakupan penanganan TBC yang selama ini didominasi sektor layanan kesehatan.

“Dengan adanya RAD ini, kami dari Dinas Kesehatan Provinsi sangat terbantu karena penanggulangan TBC tidak hanya dilakukan melalui sektor kesehatan saja, tetapi juga melibatkan berbagai SKPD,” katanya.

“Sinergi lintas sektor ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC,” tambahnya.

Melalui desk RAD TBC itu, setiap SKPD diharapkan dapat mengidentifikasi peran dan kontribusinya masing-masing dalam mendukung penanggulangan TBC melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.