REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) membawa harapan baru di tengah perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain membantu menekan titik api, hujan juga mulai mengurangi kabut asap yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.

Perubahan kondisi udara mulai dirasakan warga. Setelah beberapa hari diselimuti asap, sejumlah kawasan kini terasa lebih segar. Meski demikian, upaya penanganan karhutla belum berakhir. Petugas masih terus melakukan pemadaman dan pembasahan lahan untuk memastikan api maupun bara yang tersisa benar-benar padam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan hujan yang turun pada Minggu (25/10/2026) terjadi setelah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Alhamdulillah, kemarin terjadi hujan. Siang harinya dilakukan OMC dan atas izin Allah hujan turun di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan ini bisa mempercepat penanggulangan karhutla yang terjadi di Kalimantan Selatan,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Menurut Ronny, OMC telah memasuki tahap keempat yang dijadwalkan berlangsung pada 10–30 Oktober 2026. Berdasarkan analisis meteorologi, potensi terbentuknya awan hujan diperkirakan masih tersedia selama tiga hari berturut-turut.

Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu membasahi lahan-lahan kering, mengurangi potensi munculnya titik api baru, sekaligus mendukung pemadaman di wilayah yang masih terdampak karhutla.


Di balik kabar baik turunnya hujan, tantangan penanganan karhutla di Kalsel masih cukup besar. Berdasarkan data per 25 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan tercatat mencapai 28.775 hektare. Bahkan, sekitar 10 hektare lahan kembali dilaporkan terbakar pada hari yang sama.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan upaya berkelanjutan. Hujan memang membantu menekan kebakaran, tetapi tidak serta-merta menjamin seluruh titik api dan bara di dalam lahan gambut maupun vegetasi kering telah padam.

Karena itu, BPBD Kalsel tetap mengoptimalkan operasi darat melalui pemadaman dan pembasahan di kawasan terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api kembali menyala serta mengantisipasi kemungkinan kebakaran meluas.

“Alhamdulillah, dengan hujan kemarin, titik api yang terbakar sudah sangat berkurang. Memang asap masih ada. Kami berharap OMC beberapa hari terakhir bisa mengurangi dampak asap,” jelas Ronny.

Ia menambahkan, operasi pemadaman dan pembasahan di lapangan juga masih terus berjalan untuk mendukung penanganan karhutla secara menyeluruh.

Dampak hujan terhadap kondisi udara mulai dirasakan masyarakat, salah satunya di kawasan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Sandra, seorang petugas kebersihan di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa kabut asap kini tidak setebal beberapa hari sebelumnya. Kondisi itu membuat udara terasa lebih nyaman untuk beraktivitas.

“Sekarang sudah berkurang, ya. Asap tidak seperti kemarin. Kalau kemarin, kabutnya agak tebal,” tuturnya, Selasa (27/10/2026).

Ia mengaku bisa menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman setelah kondisi udara membaik. Jika sebelumnya harus terus mengenakan masker karena asap cukup mengganggu, kini ia merasa lebih leluasa saat bekerja.

“Hari ini segar, enak, jadi maskernya bisa dilepas. Kalau kemarin-kemarin dipasang terus. Dua hari ini, kalau tidak salah, mulai hujan kemarin itu,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa hujan tidak hanya membantu penanganan kebakaran di lapangan, tetapi juga mulai memberikan kelegaan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Meski kondisi udara mulai membaik, masyarakat diimbau tidak menganggap ancaman karhutla telah sepenuhnya berakhir. Penurunan intensitas asap dan titik api tetap perlu diikuti pemantauan serta penanganan berkelanjutan.

BPBD Kalsel terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca, pemadaman darat, dan pembasahan lahan untuk menekan kebakaran yang masih berpotensi terjadi.

Hujan yang turun menjadi momentum penting dalam upaya mengendalikan karhutla di Kalimantan Selatan. Namun, keberhasilan penanganan tetap bergantung pada kesinambungan operasi di lapangan serta kewaspadaan semua pihak agar kebakaran tidak kembali meluas.

Bagi masyarakat, udara yang mulai terasa segar tentu menjadi kabar melegakan. Harapannya, hujan berikutnya dapat membantu memadamkan sisa bara, menekan kemunculan titik api baru, dan mengakhiri gangguan kabut asap yang selama ini membayangi aktivitas warga di Banua.