REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Musibah kebakaran yang melanda kawasan Gang Andalas, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, menggerakkan kepedulian mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE).

Melalui penggalangan dana yang melibatkan mahasiswa aktif dan alumni, bantuan sebesar Rp4 juta berhasil dihimpun untuk membantu warga yang terdampak musibah.

Donasi tersebut diserahkan pada Minggu (25/10/2026) dan diterima Ketua RT setempat, Erna Wati, yang mewakili para korban kebakaran.

Dalam penyerahan itu, mahasiswa UNUKASE diwakili Maswati Jelita selaku bendahara kegiatan open donasi. Ia hadir menggantikan Najamuddin Fikrul Khair, ketua open donasi, yang berhalangan hadir.

Bagi para mahasiswa dan alumni yang terlibat, penggalangan dana ini menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Bantuan yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama menjalani proses pemulihan.

Maswati Jelita menyampaikan rasa syukur karena penyaluran donasi dapat terlaksana. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, telah terlaksana penyerahan donasi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah kebakaran di Gang Andalas. Terima kasih kepada seluruh pihak dan para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban, serta menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Maswati.

Di sisi lain, perjuangan warga terdampak kebakaran untuk kembali menjalani kehidupan normal masih berlangsung. Ketua RT setempat, Erna Wati, mengatakan posko bantuan masih dibuka dan belum memiliki batas waktu penutupan yang dapat ditentukan.

Warga masih menerima bantuan dari masyarakat dalam berbagai bentuk, mulai dari uang tunai hingga kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan siap saji atau katering.

“Posko masih buka dan belum ada batas waktu yang bisa ditentukan. Kami masih menerima bantuan dalam bentuk apa pun, misalkan makanan cateringan, ataupun uang dll,” ungkap Erna Wati.

Menurut Erna, warga perlahan-lahan mulai belajar kembali menjalani kehidupan secara mandiri. Meski demikian, dampak psikologis akibat kebakaran masih dirasakan sebagian warga yang harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal dan barang-barang milik mereka.

Selain kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Erna menyebut bantuan yang diterima warga sudah diwujudkan dalam bentuk kompor gas beserta tabungnya untuk membantu memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memudahkan warga kembali menjalankan aktivitas rumah tangga secara bertahap, sembari menata kembali kehidupan mereka setelah musibah.

Kebakaran di Gang Andalas, RT 13, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat, berdampak pada 16 rumah. Sebanyak 11 unit rumah ludes terbakar, sedangkan lima rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian, terutama pada bagian dapur.

Dampak kebakaran tersebut membuat dukungan dari berbagai pihak masih dibutuhkan. Tidak hanya bantuan materi, perhatian dan kepedulian masyarakat juga menjadi penguat bagi warga yang masih berusaha memulihkan kondisi mereka.

Partisipasi mahasiswa aktif dan alumni UNUKASE melalui donasi Rp4 juta menjadi salah satu wujud nyata solidaritas sosial di Tanah Bumbu. Di tengah keterbatasan yang dihadapi para korban, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menumbuhkan semangat untuk kembali bangkit.