Bupati Banjar H Saidi Mansyur diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, H Yudi Andrea, menutup secara resmi rangkaian kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi, unjuk prestasi, sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman di kalangan santri.
Salah satu momen istimewa dalam penutupan tersebut adalah pemberian hadiah satu paket umrah gratis kepada Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kecamatan Sungai Tabuk, dari panitia pelaksana.
Peringatan HSN tahun ini diikuti 54 pondok pesantren dari 10 kabupaten/kota yang berkompetisi dalam sembilan kategori perlombaan. Selama sepekan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan meraih prestasi, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah antarsantri.
Sekda Banjar, H Yudi Andrea, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, peserta, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, menggelar kegiatan selama tujuh hari dengan melibatkan puluhan pondok pesantren dan berbagai cabang perlombaan bukanlah pekerjaan ringan. Namun, berkat kerja sama dan dukungan banyak pihak, seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah, tentu bukan pekerjaan yang ringan. Namun, melihat semangat kalian dari hari pertama sampai sore ini, rasanya lelah panitia pasti langsung terbayar lunas,” ujarnya.
Di hadapan para santri dan santriwati, Yudi Andrea juga menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang berhasil meraih juara. Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan diri.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam perlombaan bukan semata-mata diukur dari piala yang berhasil dibawa pulang.
Bagi peserta yang belum meraih juara, ia berpesan agar tidak berkecil hati. Pengalaman mengikuti perlombaan, bertemu santri dari berbagai daerah, serta membangun persahabatan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.
“Kepada santriwan dan santriwati yang berhasil meraih juara, saya ucapkan selamat. Bagi yang belum meraih piala, jangan berkecil hati. Di pesantren tidak ada istilah kalah. Yang ada hanyalah pengalaman berharga dan bonus silaturahmi,” tuturnya.
Ia menambahkan, nilai kedisiplinan, kejujuran, keikhlasan, dan persaudaraan harus tetap menjadi bekal utama para santri dalam menuntut ilmu maupun menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Anggap saja ini latihan kesabaran sebelum mendapat keberkahan yang lebih besar di masa depan. Yang terpenting bukanlah piala yang dipajang, melainkan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, keikhlasan dan ukhuwah yang kita pupuk selama kegiatan ini berlangsung,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Reni Deniati, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian peringatan HSN 2026 di Kabupaten Banjar berjalan lancar hingga acara penutupan.
Meski sempat diguyur hujan menjelang pelaksanaan kirab santri, kondisi cuaca kembali membaik sehingga kegiatan dapat dimulai sesuai rencana.
“Alhamdulillah, hujannya reda ketika kirab santri mau dimulai,” ucapnya.
Ia menjelaskan, keikutsertaan 54 pondok pesantren telah sesuai dengan target panitia. Meski jumlah pendaftar awal lebih banyak, beberapa peserta terpaksa tidak dapat diikutsertakan karena tidak memenuhi ketentuan sebagai pondok pesantren.
“Ada beberapa yang terpaksa kita keluarkan karena bukan pondok pesantren seperti ketentuan,” jelasnya.
Ke depan, panitia berharap penyelenggaraan HSN di Kabupaten Banjar dapat semakin meriah, dengan jumlah peserta dan kategori perlombaan yang lebih banyak. Untuk mewujudkan target tersebut, dukungan anggaran yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting.
Kebahagiaan juga dirasakan keluarga besar Pondok Pesantren Takashus Diniah Gambut yang berhasil meraih penghargaan sebagai stan terbaik dalam rangkaian kegiatan HSN 2026.
Pendamping pondok pesantren tersebut, Prasetya Putra Sanjaya, mengaku bersyukur dan terharu atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, pencapaian itu merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan stan.
“Alhamdulillah, kami bangga dan terharu. Ini nikmat yang sungguh luar biasa dan tidak disangka-sangka. Namun, semuanya tidak lepas dari dukungan para pemangku kepentingan yang ada di pondok. Semua ini merupakan hasil kerja mereka yang mempersiapkan stan selama lebih dari satu minggu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengikuti kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, penghargaan sebagai stan terbaik baru berhasil diraih pada penyelenggaraan tahun ini.
Prestasi tersebut menjadi penyemangat bagi mereka untuk meningkatkan persiapan dan kemampuan dalam mengikuti berbagai cabang perlombaan pada masa mendatang.
“Insyaallah, seluruh perlombaan wajib juara satu. Kami optimistis,” tutupnya.
Penutupan HSN 2026 Kabupaten Banjar turut diisi tausiah agama dan doa bersama yang dipimpin KH Muhammad Wildan Salman.
Berakhirnya rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak sekadar meninggalkan kenangan dan prestasi, tetapi juga memperkuat semangat para santri untuk terus menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta berkontribusi bagi agama, bangsa, dan daerah.








