REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Hujan mengguyur Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hari ini, Minggu (25/10/2026) setelah pelaksanaan apel peringatan Hari Santri bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Banjarbaru, Sabtu (24/10/2026) kemarin sore.
Momen tersebut menghadirkan suasana penuh harap dan rasa syukur. Terlebih, sebelum hujan turun, rangkaian kegiatan di lingkungan pesantren diisi dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarbaru, KH Mukhlis Kaspul Anwar, Lc., M.M., yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Puteri Banjarbaru.
Bagi masyarakat yang menyaksikan momen tersebut, turunnya hujan setelah doa bersama menjadi peristiwa yang mengundang rasa syukur. Di tengah harapan masyarakat terhadap perubahan cuaca, hujan membawa kesejukan sekaligus harapan akan kondisi lingkungan yang lebih baik.
Doa bersama menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan keagamaan di Ponpes Al Falah. Di bawah kepemimpinan KH Mukhlis Kaspul Anwar, doa dipanjatkan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, kedamaian, serta kebaikan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Suasana religius dalam peringatan Hari Santri semakin terasa ketika para peserta memanjatkan harapan agar Kalimantan Selatan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari berbagai musibah, serta diberikan kesejahteraan.
Tak berselang setelah rangkaian kegiatan tersebut, hujan turun di Kota Banjarbaru. Peristiwa ini menjadi momen yang disambut dengan rasa syukur, terutama di tengah kebutuhan masyarakat terhadap hujan setelah periode cuaca panas dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski demikian, turunnya hujan setelah doa bersama merupakan dua peristiwa yang bertepatan dalam waktu. Secara meteorologis, penyebab hujan tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan data cuaca dari instansi berwenang.
Peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini menjadi pengingat atas perjuangan para santri dan ulama dalam perjalanan sejarah bangsa, sekaligus menegaskan peran pesantren dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.
Kehadiran Cak Imin dalam apel peringatan Hari Santri di Ponpes Al Falah Banjarbaru turut menandai pentingnya peran pesantren dalam kehidupan masyarakat. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan nilai kebangsaan, dan pengembangan kehidupan sosial.
Dalam konteks tersebut, doa bersama yang dipimpin KH Mukhlis Kaspul Anwar menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan harapan bagi masa depan masyarakat.
Bagi Kalimantan Selatan, hujan yang turun di tengah ancaman kekeringan dan karhutla menjadi kabar yang membawa harapan. Selain membantu membasahi lingkungan, hujan juga diharapkan dapat mengurangi kekeringan di sejumlah kawasan yang terdampak cuaca panas.
Namun, manfaat hujan bergantung pada intensitas, durasi, dan persebarannya. Hujan yang turun di suatu wilayah belum tentu langsung mengakhiri kekeringan atau memadamkan titik api di seluruh kawasan Kalimantan Selatan.
Karena itu, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi cuaca resmi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Momen hujan setelah doa bersama di Ponpes Al Falah Banjarbaru pun menjadi pengingat tentang pentingnya rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di tengah peringatan Hari Santri, harapan masyarakat tidak hanya tertuju pada turunnya hujan, tetapi juga pada hadirnya keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga Kalimantan Selatan.
Hujan boleh jadi datang sebagai bagian dari dinamika alam. Namun, bagi masyarakat yang menyambutnya dengan penuh harap, rintik yang membasahi bumi hari ini menjadi momentum untuk kembali bersyukur dan memanjatkan doa bagi Banua yang lebih baik.










