REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Desa Thaibah Raya, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi dan Rembuk Stunting yang digelar di Balai Kemasyarakatan Desa Thaibah Raya, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang balita sejak dini.

Tak hanya sebagai sarana edukasi, rembuk stunting tersebut juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah pencegahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Desa Thaibah Raya.

Kegiatan ini dihadiri Camat Tatah Makmur H. Wahyudi Rahmat, Kapolsubsektor Tatah Makmur, perwakilan Koramil Kertak Hanyar, Kepala Puskesmas Tatah Makmur, Ketua BPD Desa Thaibah Raya, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), bidan desa, Pambakal Thaibah Raya Sulaimi beserta perangkat desa, serta para ibu dan balita.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai langkah pencegahan stunting, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala, hingga penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Perhatian terhadap kesehatan ibu sejak masa kehamilan juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah stunting. Sebab, pencegahan perlu dilakukan sejak dini, bahkan sebelum anak dilahirkan, agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat berlangsung secara optimal.

Camat Tatah Makmur, H. Wahyudi Rahmat, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah desa dan tenaga kesehatan.

“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa atau tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi dan rembuk stunting ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memperhatikan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi balita, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, unsur TNI-Polri, pendamping desa, dan masyarakat sangat diperlukan agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga.

Sementara itu, Puskesmas Tatah Makmur terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu, serta pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.

Orang tua juga memiliki peran penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan perawatan kesehatan yang sesuai dengan usianya. Upaya tersebut antara lain melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama apabila memungkinkan secara medis, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai usia mulai enam bulan, imunisasi sesuai jadwal, serta pemeriksaan rutin di posyandu.

Pemantauan pertumbuhan secara berkala diperlukan agar gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan.

Di sisi lain, Pambakal Desa Thaibah Raya, Sulaimi, bersama jajaran perangkat desa berkomitmen mendukung program percepatan penurunan stunting melalui perencanaan kegiatan desa, penguatan pelayanan posyandu, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan kesehatan.

Melalui rembuk stunting ini, pemerintah desa berharap berbagai pihak dapat menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan yang tepat sasaran.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, unsur TNI-Polri, pendamping desa, dan masyarakat, Desa Thaibah Raya diharapkan mampu membangun lingkungan yang lebih sehat bagi ibu dan anak.

Upaya mencegah stunting bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.