REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru memetakan sekitar 200 titik pohon yang berpotensi tumbang di wilayah kota.

Pemetaan tersebut menjadi dasar penanganan pohon tua dan lapuk untuk mengantisipasi risiko kecelakaan selama musim penghujan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Banjarbaru, Dr. M. Hafidhuddin Noor memaparkan, ratusan titik tersebut akan ditangani secara bertahap melalui pemangkasan maupun penebangan, menyesuaikan kondisi dan tingkat kerawanan masing-masing pohon.

Menurutnya, penanganan saat ini diprioritaskan pada pohon-pohon di sepanjang jalan protokol yang menjadi kewenangan pemerintah, seperti Jalan A. Yani dan Jalan Pangeran Suriansyah.

Salah satu kegiatan penanganan berlangsung di kawasan Sungai Ulin, tepatnya di sekitar Balai Latihan Kerja (BLK) Banjarbaru.

Sejumlah pohon di median jalan yang dinilai sudah tua dan lapuk dipangkas hingga ditebang. Pekerjaan di lokasi tersebut diperkirakan berlangsung selama satu minggu.

“Pohon-pohon tua kita pangkas dan rapikan. Kalau sudah lapuk, kita potong sampai habis karena kondisinya sudah tidak cocok lagi berada di median jalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Hafidhuddin membuka kesempatan bagi masyarakat yang menemukan pohon berisiko tumbang di lingkungan tempat tinggalnya untuk mengajukan permohonan pemangkasan kepada DLH.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama di musim hujan ini, untuk memperhatikan kondisi pohon di sekitar rumah. Jika membutuhkan bantuan pemangkasan, silakan bersurat ke DLH. Nanti akan kami survei terlebih dahulu untuk menentukan prioritas penanganannya, sesuai kondisi di lapangan dan antrean pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, mengatakan keberadaan pohon dan ruang terbuka hijau tetap menjadi bagian penting dalam mendukung visi Banjarbaru.

Namun, menurutnya, penghijauan harus diimbangi dengan pemeliharaan agar keberadaan pohon tidak justru membahayakan masyarakat.

“Bagi kami di Dinas Lingkungan Hidup, keberadaan pohon dan tanaman hijau ini mendukung visi Banjarbaru EMAS, khususnya mewujudkan Banjarbaru yang Elok dan menambah keindahan kota. Namun, kondisi pohon juga harus diperhatikan. Pohon yang sudah tua dan lapuk memang perlu dipangkas atau ditebang demi keselamatan,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kejadian darurat seperti pohon tumbang, DLH juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui layanan darurat 112.

Dalam penanganan pohon berukuran besar atau tinggi, armada crane turut disiapkan guna mendukung proses pemotongan dan evakuasi di lapangan.