REDAKSI8.COM – Harga eceran Gas liquified petroleum gas (LPG) hampir di setiap kios Kota Banjarbaru sejauh ini masih cukup mahal. Namun tidak bagi warga miskin dan pengusaha micro. Mereka tetap mendapatkan harga yang sesuai dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Anshori, tingginya harga Gas LPG 3 kg hanya berlaku pada warga yang kondisi perekonomian di rumah tangganya terbilang mampu, tapi ingin menggunakan Gas LPG 3 kg. Lantaran si melon peruntukannya khusus kepada warga miskin dan pengusaha micromicro saja.

“Bagi masyarakat yang mengeluh harga LpG 3 Kg mahal di kios-kios dan merasa kemahalan untuk membeli (isi ulang <– Red) berarti masyarakat itu adalah masyarakat mampu dan kaya tapi ingin membeli gas LPG 3 Kg,” jelasnya secara tertulis kepada Redaksi8.com, Selasa (11/1).

Karena sejauh ini Kata Anshori, Kota Banjarbaru sudah melaksanakan Kartu Kendali distribusi tertutup di semua kelurahan di Kota Banjarbaru.

Kartu Kendali tersebut tidak dapat digunakan atau tidak berlaku di pangkalan lain, kecuali di pangkalan yang sudah ditetapkan dalam kartu kendali masing-masing.

“Kartu kendali tidak dapat digunakan di pangkalan manapun karena di kartu itu sudah tertera nama pangkalannya, sesuai zonasi masing-masing,” ujar Anshori.

Ia melanjutkan, saat ini distribusi gas Lpg 3 kg di Kota Banjarbaru sudah tepat sasaran, hanya untuk warga miskin dan pengusaha micro.

“Masyarakat miskin dan usaha mikro sudah dapat jatah di pangkalan. Orang mampu dan kaya tidak dapat membeli di pangkalan karena tidak punya Kartu Kendali,” tukasnya.

“Sehingga Kota Banjarbaru tidak perlu operasi pasar Gas Lpg 3 Kg lagi,” pungkasnya.