REDAKSI8.COM, KALSEL – Eksplorasi Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark di Goa Batu Hapu, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), menemukan ular Orthriophis taeniurus grabowskyi yang dikenal memiliki warna tubuh kuning cerah hingga keemasan.

Ular tersebut ditemukan sedang memangsa kelelawar jenis Taphozous longimanus. Temuan itu memperlihatkan interaksi alami antara satwa sekaligus menambah informasi tentang keanekaragaman hayati di dalam goa.

Sebelumnya, tim telah mengidentifikasi tiga jenis kelelawar yang menghuni Goa Batu Hapu.

Dengan keberadaan ular sebagai pemangsa menunjukkan hubungan ekologis yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Geologist Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, M. Aditya Rathomy mengatakan, kondisi goa yang relatif terjaga mendukung keberlangsungan habitat satwa dan kelestarian ornamen geologi.

Eksplorasi Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark temukan ular Orthriophis taeniurus grabowskyi di Goa Batu Hapu, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Jum’at (23/10/26). Foto: MC Kalsel

“Goa Batu Hapu masih memiliki kondisi yang cukup terjaga. Di dalamnya kita dapat menemukan habitat alami berbagai satwa, sekaligus ornamen-ornamen goa yang terbentuk secara alami,” ujarnya, Jumat (23/10/26).

Selain kekayaan fauna, tim menemukan ornamen alami yang bentuknya menyerupai gajah dan berpotensi menjadi bagian dari interpretasi geologi dan edukasi bagi pengunjung.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan ialah suiseki, seni mengapresiasi keindahan bentuk alami tanpa mengubah bentuk aslinya.

“Bentukan seperti ini menarik karena pengunjung dapat diajak untuk mengamati sendiri bentuk-bentuk alami yang ada di dalam goa. Kita tidak perlu mengubahnya, cukup menjaga dan menginterpretasikannya dengan baik,” jelasnya.

Dari sisi pariwisata, perwakilan Bidang Promosi dan Pemasaran, M. Fredly Andri, menilai keunikan satwa, interaksi alami, dan ornamen goa dapat menjadi daya tarik untuk memperkenalkan Goa Batu Hapu kepada masyarakat luas.

“Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan Goa Batu Hapu. Dengan adanya keunikan satwa, interaksi alami di dalam goa, serta ornamen yang menarik, kawasan ini sangat potensial untuk dikunjungi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan, Penelitian dan Konservasi Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Ramadhan Jayusman juga menilai keberadaan Orthriophis taeniurus grabowskyi berpotensi mendukung pengembangan wisata minat khusus, terutama bagi penggemar reptil dan herpetofauna.

Menurutnya, temuan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenali potensi Goa Batu Hapu secara lebih mendalam.

“Pengembangan kawasan diharapkan mengedepankan edukasi dan konservasi agar daya tarik wisata berjalan seiring dengan perlindungan habitat serta kelestarian ekosistem alami,” tutupnya.