REDAKSI8.COM, BANJAR – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terlihat dalam kegiatan gotong royong Jumat Bersih yang dilaksanakan di SDN Sungai Batang 2, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pihak sekolah, orang tua murid, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung aktivitas belajar mengajar.

Gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar, Korwil Pendidikan Martapura Timur dan Martapura Barat, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Martapura Barat, Babinsa Desa Sungai Batang, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, kepala satuan pendidikan SDN Sungai Batang 2 beserta dewan guru, hingga orang tua murid SDN Sungai Batang 2 dan PAUD Harapan Maju.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan warga, relawan, serta para siswa SDN Sungai Batang 2 yang turut ambil bagian dalam aksi kebersihan tersebut.



Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah desa, melainkan membutuhkan kepedulian dan partisipasi bersama.

Kepala Desa Sungai Batang, Suladi, mengungkapkan bahwa kegiatan Jumat Bersih merupakan salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa, dunia pendidikan, dan warga.

Menurutnya, semangat gotong royong harus terus dipelihara karena menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan secara bersama-sama.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan bergotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan kebersamaan antarmasyarakat juga semakin kuat,” ungkap Suladi.

Ia berharap, kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan pada momentum Jumat Bersih, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, tempat tinggal, maupun fasilitas umum.



Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan tertata akan memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan kebersihan juga menjadi sarana pendidikan karakter untuk menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran pentingnya sinergi lintas sektor.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya hidup bersih sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

Tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik, kegiatan Jumat Bersih juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan yang digunakan bersama.

Melalui keterlibatan langsung dalam gotong royong, seluruh peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan kebiasaan yang perlu dirawat secara berkelanjutan.

Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang siswa. Sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus membiasakan peserta didik menerapkan pola hidup bersih sejak usia dini.



Karena itu, keterlibatan orang tua murid, guru, dan masyarakat dalam kegiatan Jumat Bersih menjadi bagian penting dari pendidikan berbasis keteladanan.

Dengan melihat dan terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong, siswa diharapkan memahami bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Kegiatan gotong royong di SDN Sungai Batang 2 ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih sekaligus memperkuat budaya gotong royong di Desa Sungai Batang.

Semangat kebersamaan yang terbangun melalui Jumat Bersih menjadi pengingat bahwa lingkungan yang sehat dan nyaman dapat diwujudkan ketika pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat bergerak bersama.