REDAKSI8.COM, AMERIKA SERIKAT – Perhelatan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada tidak hanya menyajikan persaingan taktik yang sengit di atas lapangan, tetapi juga memunculkan detail unik yang menarik perhatian publik.

Salah satu fakta menarik yang menjadi sorotan sepanjang turnamen ialah penampilan kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi.

Dari pantauan Redaksi8.com melalui layar kaca disetiap pertandingan Argentina, Messi mengenakan sepatu yang berbeda sendiri dari seluruh rekan setimnya.

Cara itu ternyata bukan sekadar urusan estetika atau kepentingan komersial semata, melainkan bagian dari strategi matang sang pelatih untuk mempermudah aliran bola ke kaki sang mega bintang.

Pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni, dianulir sengaja merancang instruksi khusus terkait pemilihan warna sepatu yang mencolok bagi Messi untuk memanfaatkan keunggulan visi perifer atau penglihatan tepi para pemainnya.

Belum ada keterangan resmi mengenai kesengajaan sepatu Messi berbeda dengan kawan-kawannya agar bola dengan mudah dioper ke Messi, namun dari beberapa laga klub sepak bola Argentina, Messi sangat mudah menerima bola dari teman sejawatnya.

Diketahui, warna sepatu Lionel Messi berwarna putih. Sementara seluruh rekan timnya mengenakan sepatu berwarna merah.

Dalam skema permainan modern yang menuntut transisi cepat dari bertahan ke menyerang, setiap detik sangat berharga bagi seorang gelandang ataupun pemain bertahan sebelum melepaskan operan.

Dengan warna sepatu yang memantulkan kontras tinggi di atas rumput hijau, rekan-rekan setim Messi dapat langsung mendeteksi keberadaan sang kapten di ruang sempit, bahkan tanpa harus menatap penuh ke arah posisinya.

Pendekatan taktis berbasis visual itu terbukti sangat efisien dalam membongkar pertahanan lawan yang kerap menerapkan pengawalan berlapis terhadap Messi.

Ketika ruang gerak semakin terbatas dan tekanan pemain lawan meningkat, keberadaan sepatu khusus tersebut mempermudah para pemain Albiceleste untuk melepaskan umpan instan secara akurat demi membebaskan Messi dari jebakan presing.

Strategi yang sederhana namun cerdas ini menjadi salah satu kunci bagaimana Argentina tetap mampu menjaga kreativitas serangan dan dominasi permainan mereka di panggung tertinggi sepak bola piala dunia tahun ini.