REDAKSI8.COM, BANJAR – Kepedulian terhadap keutuhan, persatuan, dan keselamatan bangsa tidak hanya diwujudkan melalui tindakan nyata, tetapi juga melalui ikhtiar batin dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Semangat inilah yang melandasi Majelis Mujadalah Kiai Kampung (MKK) bersama Majelis Al-Irtibath Bukit Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat hajat berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan sholawat Kamilah. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan kemudian mengiringi doa bersama yang secara khusus ditujukan bagi keselamatan bangsa, negara, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera.
Pimpinan Majelis Al-Irtibath, Ustadz Muhammad Hasami, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar batin sekaligus wujud kepedulian para kiai kampung terhadap kondisi bangsa dan negara.
Menurutnya, berbagai persoalan, tantangan, serta ujian yang dihadapi Indonesia membutuhkan kekuatan persatuan, kesabaran, kebijaksanaan, dan keteguhan dalam menghadapi setiap keadaan. Selain itu, seluruh elemen masyarakat juga perlu senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon pertolongan-Nya.
“Berbagai persoalan, tantangan, dan ujian berbangsa dan bernegara membutuhkan persatuan, kesabaran, dan kearifan serta selalu memohon pertolongan Allah SWT. Inilah tujuan utama atau maqsudul ‘adham dari acara doa bersama kali ini,” ungkap Ustadz Muhammad Hasami.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap bangsa semakin tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, menjaga Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat sesuai peran dan kemampuan masing-masing.

Sementara itu, Founder Majelis Mujadalah Kiai Kampung (MKK), Muhammad Najib Salim Attamimi atau yang akrab disapa Syech Najib, menegaskan bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh rakyatnya.
Menurutnya, keselamatan bangsa tidak cukup hanya diupayakan melalui langkah-langkah lahiriah, tetapi juga perlu dibarengi dengan ikhtiar spiritual melalui doa, terutama dengan memohon agar para pemimpin bangsa senantiasa diberikan petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan amanah.
“Indonesia merupakan rumah kita bersama. Menjaga keselamatan bangsa adalah tanggung jawab kita bersama. Mendoakan pemimpin agar berada di jalan yang benar juga merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam menyelamatkan bangsa,” tutur Syech Najib.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa doa bersama secara khusus dipanjatkan untuk Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, agar senantiasa mendapatkan perlindungan, kesehatan, serta kekuatan dalam memimpin Indonesia.
“Secara khusus, kami juga mendoakan agar Bapak Presiden RI, H. Prabowo Subianto, senantiasa diberi kesehatan lahir batin, panjang umur, keberkahan, kejernihan pikiran dan batin, serta kebijaksanaan dalam memimpin negeri ini,” ujarnya.
Syech Najib berharap, kepemimpinan nasional senantiasa berada dalam bimbingan dan petunjuk Allah SWT sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat membawa kemaslahatan bagi masyarakat, memperkuat persatuan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih jauh, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa doa dan kepedulian terhadap bangsa merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat. Perbedaan pandangan maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersama-sama menjaga persaudaraan dan membangun kehidupan berbangsa yang harmonis.
Melalui kegiatan ini, MKK bersama Majelis Al-Irtibath ingin menegaskan bahwa peran majelis taklim dan para kiai kampung tidak sebatas menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat semangat kebangsaan.
Doa yang dipanjatkan malam itu menjadi simbol harapan agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari perpecahan, konflik, bencana, dan berbagai ancaman yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan ketulusan, para jamaah berharap Indonesia semakin kuat, damai, bersatu, serta mampu melewati berbagai tantangan demi terwujudnya masa depan bangsa yang lebih baik.









