REDAKSI8.COM – Upaya demi upaya menangkal Corona Virus Disaese 2019 (covid-19) terus dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru, seperti penyedian Alat Pelindung Diri (APD) sendiri, Pengolahan Hand Sanitaizer hingga penandaan jari kelingking kepada warga yang datang daerah zona merah, supaya mudah mengawasinya.
Baru-baru saja, melalui Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru kembali telah diluncurkan aplikasi untuk membantu mencek, apakah seseorang yang baru datang dari daerah terinfeksi telah mengalami gejala infeksi atau tidak.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Rizana Mirza, aplikasi itu seyogianya lebih diperuntukan kepada warga yang datang dari luar daerah, apalagi dari wilayah yang terinfeksi.
Akan tetapi, bagi warga yang berdiam di rumah saja juga bisa menggunakannya, jika sewaktu-waktu pada diri terjadi hal-hal yang mengarah ke ciri-ciri terindikasi virus korona.
“Aplikasi ini isinya form pengisian nama, alamat, nomor handphone, dan hal – hal yang sifatnya untuk mengetahui riwayat perjalanan si warga,” ungkapnya.
“Di dalam sana juga disediakan form pengisian kondisi kita, apakah sedang batuk-batuk, demam, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan, lemas dan riwayat penyakit asma,” papar Rizana Mirza, Sabtu (4/4).




Data tersebut katanya, secara otomatis akan masuk ke dalam data bebas pihaknya. Menggunakan data itulah, pihaknya dapat mengetahui apakah si pelapor dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami gejala covid atau tidak sama sekali.
“Kita tidak bisa langsung melakukan pemantauan ke rumah-rumah yang dinyatakan ODP, karena tenaga medis kita juga terbatas,” bebernya
“Dengan aplikasi inilah kami pemerintah berharap, masyarakat yang baru saja datang dari luar daerah menggunakannya dengan optimal. Selalu laporkan kondisi kepada volunter kami yang bertugas di setiap wilayah kelurahan serta isolasi diri di rumah dengan memberlakukan perilaku hidup bersih dan sehat, (PHBS),” lanjutnya.
Bagi Sultan (18), warga Suka Bumi Provinsi Jawa Barat yang saat ini kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Banjarbaru, aplikasi itu sangat bermanfaat.
Dimana, para ODP tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat fasilitas kesehatan, cukup di rumah saja sudah bisa. Hal itu tentu saja sedikit bisa membantu mencegah penyebaran virus korona di kawasan publik.
“Bagus, jadi kalau ada konfirmasi dari dinas bahwa kita ternyata ada indikasi ke arah yang harus melakukan rujukan, maka kita tinggal pergi ke rumah sakit saja,” ucapnya.
Untuk bisa mengakses aplikasi tersebut, silahkan klik linknya di sini, http://anti.corona.banjarbarukota.go.id/formpantaucovid19










Komentar