REDAKSI8.COM – Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menyatakan, ke depannya Kota Banjarbaru akan mengalami perkembangan dan ketahanan di sektor perikanan.
Hal ini disampaikannya, seraya peninjauan ke UPT. Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar (PPBAT), Kelurahan Mentaos Kota Banjarbaru, di bawah Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Rabu (1/7).


Ke optimisannya, dinilai dari kinerja dan ketangguhan tim lapangan DKP3. Dengan hanya daya dukung lahan yang tidak seluas di daerah kabupaten lain, namun hasil produksi pembibitan dan budidaya perikanan tidak kalah.
“Kita mencoba memaksimalkan lahan yang ada. Serta melakukan inovasi teknologi dalam budidaya perikanan,” ujarnya.
“Disini, hampir semua jenis ikan konsumsi perkembangan produksinya cukup bagus. Kita juga ke depannya ingin mencoba mengembangkan produksi ikan hias, karena kami rasa cukup berpotensi,” tambah Nadjmi Adhani.
Pihaknya juga menginginkan, program – program pengembangan di sektor perikanan bisa menyentuh banyak masyarakat. Hingga saat ini, telah banyak pertumbuhan kelompok dan UMKM baru yang bergerak disektor perikanan Kota Banjarbaru.
“Kita tidak terpaku mendatangkan ikan lagi, tapi bagaimana caranya kita memproduksi ikan sampai pengolahan hasilnya,” Ia mengimbuhkan.
Kemudian, terkait dengan UPT PPBAT tambahnya, di dirikan sebagai tempat pengadaan bibit-bibit indukan ikan berkualitas. Termasuk menjadi sarana dan prasarana pengedukasian terhadap masyrakat setempat.
“Kami juga ingin ke depannya bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Banjarbaru,”akhir Nadjmi Adhani.
Baginya lebih jauh, sektor perikanan di Kota Banjarbaru nantinya akan menjadi sektor unggulan pada periode berikutnya.

Selanjutnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bappeda) Kota Banjarbaru, Kanafi mengungkapkan, UPT PPBAT dapat menjadi setral pembibitan dan budidaya perikanan di Kota Banjarbaru.
“Tempat ini akan kami fokuskan menjadi pengembangan kampung ikan,” ungkap Kanafi.
“Kita pun sudah mengkaji wilayah ini yang turut dibantu oleh tim dari Fakultas Tahnik ULM, entah menjadi lokasi edukasi perikanan atau teknologi kita lihat nanti,” sambungnya.
Tidak hanya di Kampung ikan, pihaknya juga menginginkan di semua tempat khususnya masyarakat yang memiliki pekarangan/ halaman rumah bisa memanfaatkannya menjadi lahan budidaya atau pembibitan ikan.
“Sekarang kan sudah ada budidaya ikan dalam terpal dan kolam kecil depan rumah. Minimal harapannya itu bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga itu sendiri,” terangnya.
“Untuk titik-titik fokus pengembangan sektor perikanan lokasinya saat ini ada di disini, di Landasan Ulin, Palm dan daerah cempaka,” lebih jauh.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas KP3, Siti Hamdah, ikan-ikan konsumsi yang ada dibudiayakan sejauh ini diantaranya, Ikan Patin, Lele, Bawal, Nila dan Papuyu sudah berkembang dengan sangat baik.
Sekarang pun, pihaknya bersama kelompok-kekompok petani ikan mulai mencoba mengembangkan budidaya ikan Haruan. Karena ikan Haruan selain nilai ekonomisnya sangat tinggi, permintaan tak terbendung serta kandungan gizinya juga banyak.
“Saat ini kami sudah membangun kerjasama dengan balai di Mandiangan untuk mengembangkan budidaya Haruan dan Ikan Papuyu,” tukasnya.
“2 Varietas ini di kalimantan sudah mulai langka. Oleh sebab itu kita ingin sekaligus membantu melestarikannya juga,” pungkas Siti Hamdah.



