Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Menjaga Nafas Halau-Halau

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
4 Mei 2026
A A
Menjaga Nafas Halau-Halau
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

Gunung Halau-Halau Ditutup Permanen?

Berdiri gagah dengan ketinggian 1.901 meter di atas permukaan laut (MDPL), Gunung Halau-halau bukan sekadar gundukan tanah bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Puncak tertinggi di Bumi Antasari ini adalah saksi bisu sejarah, tempat di mana bendera Merah Putih dikibarkan setiap tahun oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) secara bergiliran.

Namun, di balik kabut yang menyelimuti puncaknya, kini tersimpan sebuah polemik yang menyentuh nadi adat dan pelestarian lingkungan.

LihatJuga :

PLN ULP Gambut Akan Lakukan Pengaturan Operasi Kelistrikan Hari Ini, Imbas Kendala Teknis PLTGU

DKP Kalsel Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Nelayan di Muara Kintap Sudah Sesuai Mekanisme

SPBN Muara Kintap Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM Bersubsidi

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

​REDAKSI8.COM, BARABAI – Baru-baru saja kabar mengenai penutupan permanen jalur pendakian Gunung Halau-halau sempat menyeruak ke publik.

Hal itu memicu kegelisahan di kalangan penikmat wisata minat khusus.

Keputusan itu dikabarkan lahir dari musyawarah di Kantor Desa Hinas Kiri yang melibatkan tokoh masyarakat hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Dianulir alasan utamanya menjaga kesakralan gunung yang selama ini dianggap memiliki makna spiritual mendalam bagi warga pegunungan.

​Sekretaris Desa Juhu, Rubi menjelaskan, langkah tersebut diambil demi menghormati nilai-nilai leluhur.

“Gunung ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kami, sehingga perlindungannya menjadi tanggung jawab seluruh warga,” ungkapnya.

Bagi masyarakat setempat, menjaga Halau-Halau dari aktivitas yang berpotensi merusak merupakan sebuah keharusan.

“Kawasan Gunung Besar Halau-halau selama ini dianggap sakral, sehingga perlu dijaga dari aktivitas yang berpotensi merusak, termasuk pendakian bebas oleh masyarakat umum,” benernya.

​Namun, kabar penutupan sepihak ini mengejutkan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani, menyayangkan munculnya isu tersebut tanpa adanya koordinasi yang menyeluruh dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, Halau-halau telah menjadi destinasi nasional bahkan mancanegara yang seharusnya dikelola dengan prinsip transparansi.

​“Penutupan permanen tidak pernah terjadi sebelumnya. Biasanya hanya saat kegiatan adat,” kata Muhammad Yani di Barabai.

Ia menekankan pentingnya dialog untuk menemukan jalan tengah demi potensi wisata tetap berjalan beriringan dengan nilai budaya.

“Kita perlu duduk bersama, mencari pengelolaan yang lebih baik dan transparan,” tegasnya.

​Senada dengan Sekda, Kepala Disporaparekraf HST, M. Ramadlan, bergerak cepat dengan menerjunkan tim langsung ke Desa Hinas Kiri untuk melakukan verifikasi.

Baginya, klarifikasi itu dianggap krusial supaya informasi tidak simpang siur dan merugikan citra pariwisata daerah.

“Hari ini tim pariwisata naik ke Desa Hinas Kiri untuk meminta konfirmasi langsung ke masyarakat adat,” tandas Ramadlan.

Sampai saat ini, pemerintah daerah masih berupaya memfasilitasi komunikasi terbuka antara masyarakat adat dan instansi terkait.

Tujuannya, memastikan sang puncak tertinggi tetap menjadi simbol kebanggaan Kalimantan Selatan yang lestari secara alamiah dan dihormati secara adat, tanpa menutup pintu bagi mereka yang ingin mengagumi keindahannya secara bertanggung jawab.

Share27Tweet17Send

Related Posts

Pemerintah Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan Lewat SRT 2

Pemerintah Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan Lewat SRT 2

by Ramadhani MTD.
15 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Langkah nyata untuk memerdekakan anak-anak dari ketidakberdayaan pendidikan terus didorong Pemerintah Kota Banjarbaru. Melalui peresmian Pembukaan Masa...

Polres Tala Bantu Penanganan Karhutla Tambang Ulang

Polres Tala Bantu Penanganan Karhutla Tambang Ulang

by angga sasmita
14 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, TANAH LAUT - Polres Tanah Laut (Tala) terjun langsung bantu menangani Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Jalan...

Tenaga Pemadaman Karhutla di Tambang Ulang Minim

Tenaga Pemadaman Karhutla di Tambang Ulang Minim

by angga sasmita
14 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Sebuah fenomena tak biasa terjadi dalam operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Tambang...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In