REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 di Kota Banjarbaru dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru, Selasa (3/11/26).
Kegiatan itu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru untuk menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby mengatakan, pasar murah bersubsidi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga harga pangan dan daya beli masyarakat.
“Terkait pasar murah Pemerintah Kota Banjarbaru tetap komitmen menjaga pengendalian inflasi juga dalam rangka kita menjaga harga pangan ini,” ujarnya.
“Pasar murah bersubsidi ini kita berikan kepada masyarakat agar bisa menjangkau kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat,” sambungnya.
Manfaat pasar murah tersebut dirasakan langsung warga Loktabat, Nana mengaku, senang karena sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
“Cabai kalau se ons Rp10 ribu, jadi itu separuh harga ya. Alhamdulillah senang banget. Kalau aja bisa setiap hari,” ucapnya.
Ia menyebut, pada kegiatan GPM banyak bahan pokok yang telah disubsidi pemerintah seperti beras SPHP, minyak goreng, Gula, Telur, Bawang Merah, dan Bawang Putih.
“Banyak tadi juga ada bawang merah, bawang putih, ada tomat juga habisnya Rp25 ribu lah. Kalau diluaran nggak dapet lah, bisa Rp40 ribu,” katanya.
Nana menyebutkan, harga telur ayam ras, beras, dan gula yang ditawarkan dalam kegiatan ini cukup membantu pengeluaran rumah tangga.
“Telur juga cuma Rp22 ribu satu kilogram. Kalau bisa seminggu sekali acaranya diselenggarakan, kalau setiap hari kan ngga bisa,” tuturnya.
Harga yang lebih murah ini membuat masyarakat bisa membeli kebutuhan sehari-hari sesuai kemampuan.
Dengan harapan kegiatan serupa dapat kembali digelar secara rutin sehingga semakin banyak membantu warga memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Emak-emak kan kerjaannya gini buat makan saja. Jadi belinya sedikit-sedikit aja, setengah ons paling banyak lah. Belinya ngga ada syarat, ngga pakai KTP, ngga pakai apa-apa. Beras Rp60 ribu untuk 5 kilo, biasanya di luar Rp70 ribu, dan gula Rp14 ribu,” tandasnya.









